MINAHASA UTARA – detikgo.com Magnet Desa Budo sebagai desa wisata yang mampu menarik perhatian masyarakat seakan bertambah menjadi berlipat kali, sepekan pasca Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengumumkan Desa Budo sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik dari 3.419 desa yang ikut serta dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa Budo kini menjadi desa percontohan tidak hanya di Kabupaten Minahasa Utara tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa wisata lainnya di Sulawesi Utara.
Di tengah persiapan menghadapi kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Pemerintah Desa Budo, BPD, BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna bersama masyarakat tetap konsisten memberikan pelayanan prima bagi pengunjung di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Budo yang seminggu terakhir semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Kepada http://www.detikgo.com Kepala Desa Budo Lisbet Lintogareng menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Desa Budo bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara sedang melakukan persiapan untuk menyambut kunjungan Menparekraf.
“Iya, hari Sabtu (30/4/2022) Pemerintah Desa Budo, BPD, BUMDes, Pokdarwis, Karang Taruna dan UMKM mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Bapak Henry Kaitjily dan Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara Bapak Audy Sambul bersama jajaran dari dinas terkait untuk membahas persiapan kedatangan Pak Menteri dan Tim Juri yang akan menilai langsung desa-desa yang masuk 50 besar ADWI 2022. Dan menurut informasi dari Pak Kadis Henry, kunjungan Pak Menteri akan dijadwalkan pada bulan Juli 2022 nanti. Mohon doa, agar kiranya dapat terlaksana dengan baik dan Desa Budo bisa masuk 10 besar ADWI 2022” jelas Lisbet (3/5/2022).

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Henry Kaitjily membenarkan rencana kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Desa Budo.
“Jadi, kunjungan Menparekraf ke Desa Budo memang sudah menjadi agenda resmi dimana setiap tahun Menparekraf bersama Dewan Juri akan mengunjungi desa-desa wisata yang masuk dalam 50 Besar ADWI. Puji Tuhan, tahun 2022 ini Desa Budo bisa mewakili Sulawesi Utara masuk dalam 50 Besar ADWI sehingga berkesempatan mendapat kunjungan dari Menparekraf” ujar Henry Kaitjily.
Atas keberhasilan Desa Budo ini, pihaknya akan terus mendorong agar Desa Wisata Budo bisa terus berkembang, karena ini adalah milik masyarakat dan dikelola oleh masyarakat.
Ditambahkannya bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Tim Kemenparekraf untuk mengatur jadwal kunjungan Menparekraf ke Desa Budo.
“Kunjungan Menparekraf ke 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2022 ini dijadwalkan mulai bulan Mei hingga Agustus. Untuk Desa Budo, kunjungan Menparekraf ini awalnya dijadwalkan bulan Mei (2022), namun kemungkinan akan digeser ke bulan Juli karena akan disesuaikan dengan agenda Menparekraf yang lain di Sulawesi Utara. Jadi selain mengunjungi Desa Wisata Budo, nantinya Pak Menteri punya agenda lain yakni: Perijinan Usaha Pariwisata untuk Hotel dan Restoran yang ada di Likupang, Bunaken dan di beberapa kabupaten/kota; dan CHSE” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa selain bisa menjadi ajang promosi, kunjungan Menparekraf ini nantinya dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan omzet penjualan produk ekonomi kreatif sehingga bisa menjadi semangat baru bagi masyarakat di Desa Wisata Budo untuk terus menjaga komitmen dalam mengembangkan desanya agar menjadi contoh bagi desa-desa wisata lain di Sulawesi Utara.
Tahun ini ADWI berkolaborasi dengan mitra strategis, yaitu BCA, ASTRA, dan BNI. Ia berharap, Desa Wisata Budo dapat berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk mengembangkan potensi yang ada agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Melalui Siaran Pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kamis (28/4/2022) diketahui bahwa Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan siap untuk melakukan visitasi ke 50 besar desa wisata yang telah berhasil dikurasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
“Pada 2022 ada 3.419 desa wisata, ini merupakan semangat kebangkitan bagi kita semua. Selamat kepada 50 Besar ADWI yang telah berhasil lolos kurasi dari 500 besar, 300 besar, 100 besar, dan 50 besar. Insya Allah saya akan melakukan visitasi langsung ke 50 desa wisata untuk menyapa masyarakat didampingi dengan perwakilan dewan juri untuk melakukan penilaian terhadap 7 kategori ADWI 2022” ujar Menparekraf saat menyapa peserta Bimbingan Teknis 50 Besar ADWI 2022 yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (28/4/2022).
Ketua Pokdarwis Desa Budo Vekki Singa mengaku sangat bersemangat menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kunjungan Menparekraf ke desanya. Menurutnya, tantangan baru yang harus dihadapi ke depan adalah menjaga ritme pariwisata Desa Budo melalui berbagai inovasi baru. Dengan potensi yang ada dan dukungan penuh dari pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten, ia optimis Desa Wisata Budo mampu memberikan peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan” katanya.
Ketua BUMDes Hani Lorens Singa mengatakan bahwa untuk pengembangan dan promosi potensi wisata di Desa Budo, pihaknya membutuhkan support pemerintah. Melalui kunjungan Menparekraf ini, ia berharap Desa Budo bisa bersinergi dengan Kemenparekraf melalui Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara.

Sekretaris Desa Budo Odirandi Lintogareng mengatakan, “Apa yang telah dicapai oleh Desa Wisata Budo tentu tidak diraih hanya dalam satu atau dua tahun. Pembangunan infrastruktur berupa gerbang masuk, toilet, mangrove tracking pad, pagar, gazebo dan cafe di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Wisata Budo adalah murni hasil swadaya masyarakat yang dimulai pada tahun 2017 dengan sumber anggaran dari Dana Desa yang dilanjutkan dengan pengembangan di tahun-tahun berikutnya. Berkat kekompakkan masyarakat, dalam kondisi pandemi dimana semua anggaran pemerintah difokuskan untuk penanganan COVID-19, kami dapat melaksanakan pekerjaan renovasi dermaga yang sempat rusak dihantam gelombang pada 7 Desember 2021 lalu. Pekerjaan renovasi dermaga ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 dengan dana swadaya dari masyarakat. Dan Puji Tuhan, tidak hanya sekedar bisa ikut ADWI tahun ini, kami pun bisa masuk 50 Besar ADWI 2022” kenangnya penuh haru.
Disinggung tentang peluang kerjasama dengan mitra strategis terkait, ia menegaskan bahwa kekompakan dan sinergitas sangat dibutuhkan dalam pembangunan pariwisata karena pariwisata sangat kompleks dan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. “Dukungan pemerintah dan stakeholders terkait itu penting demi kemajuan pembangunan pariwisata di desa. Sepanjang tujuannya baik dan bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat, kami menyambut baik siapapun yang ingin datang bekerjasama memajukan Desa Wisata Budo” pungkasnya. (Yolanda)





