MINAHASA UTARA – detikgo.com Politeknik Negeri Manado sebagai institusi pendidikan vokasi kembali membuktikan komitmennya terhadap kemajuan perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara dengan melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat – Mahasiswa yang dipusatkan di Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (17/9/2022).
Program Pengabdian pada Masyarakat – Mahasiswa merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang difokuskan dalam bidang penguatan SDM (Sumber Daya Manusia) ini dimaksudkan untuk menunjang pariwisata di Desa Sarawet.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Food and Beverages Service yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi yang terdiri dari: Diane Tangian, Silvana Wewengkang, Dimas E. Permana, Henry Kumaat dan didampingi oleh sejumlah mahasiswa Jurusan Pariwisata tersebut diikuti oleh kelompok masyarakat Desa Sarawet yang terlibat dalam usaha kuliner dan homestay.
Menurut Ketua Tim Pengabdi Diane Tangian, alasan dipilihnya Desa Sarawet sebagai lokasi pelaksanaan Program Pengabdian Pada Masyarakat – Mahasiswa ini adalah karena melihat perkembangan pariwisata yang semakin meningkat. Letak geografisnya yang berada di Kawasan Destinasi Wisata Super Prioritas Likupang Sulawesi Utara dan keunikan potensi wisata mangrove dengan beraneka ragam jenis yang terdapat di sepanjang sungai dan terhubung langsung dengan laut menjadi daya tarik tersendiri sehingga Desa Sarawet ramai dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan sensasi wisata susur sungai dengan menaiki perahu tradisional.
Selain keindahan alamnya, wisatawan yang melakukan susur sungai di Desa Sarawet juga dapat menemukan nilai budaya religius yang terdapat pada sebuah pohon mangrove ikonik di pinggir sungai yang digantungi dengan pita-pita merah mencolok. Oleh masyarakat Desa Sarawet, Pohon Mangrove dengan pita merah mencolok ini disebut dengan Pohon Berdoa. Menurut kepercayaan setempat, orang yang mengucapkan doa di pohon ini konon akan dikabulkan.
Lanjut dijelaskan bahwa dengan semakin meningkatnya perkembangan pariwisata di Desa Sarawet, maka usaha kuliner pun semakin marak sehingga perlulah masyarakat desa tersebut mendapatkan pengetahuan serta pelatihan tentang bagaimana cara memaksimalkan pelayanan kepada tamu khususnya dalam hal pelayanan makanan dan minuman. Untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha kuliner tersebut, maka dibutuhkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kuliner di Desa Sarawet.
Secara singkat, dosen di Jurusan Pariwisata ini mendeskripsikan tujuan dari Pelatihan Food and Beverages di Desa Sarawet ini sebagai berikut: menyiapkan SDM unggul di bidang pariwisata dan hospitality yang berkarakter, berbudaya dan berdaya saing global; membantu Masyarakat dan Pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan; mewujudkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan permintaan industri global; dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan program pelatihan vokasional di bidang pariwisata dan hospitality.
Pelatihan yang diikuti dengan sangat antusias oleh peserta ini mengajarkan berbagai teknik pelayanan makanan dan minuman seperti: menyiapkan peralatan makan dan minum; menata meja makan dan minum; menawarkan dan menerima pemesanan tamu; dan menghidangkan makanan dan minuman yang baik sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi terhadap produk makanan yang dibuat dan disajikan.
Dalam sambutannya Ketua Jurusan Pariwisata Bernadain D. Polisi mengatakan, Pelatihan Food and Beverage ini nantinya akan sangat berguna bagi masyarakat di Desa Sarawet untuk peningkatan pelayanan kepada wisatawan. Dari kegiatan ini, ia menyimpulkan bahwa Pelatihan Food and Beverages di Desa Sarawet dapat diterima dengan baik oleh para peserta dan mencapai tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari kemampuan para peserta untuk dapat memahami serta mempraktekkan langsung mengenai service excellent setelah mengikuti pelatihan.
“Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado tidak akan terus menjaga komitmen untuk selalu mendukung serta memberikan kontribusi yang bermanfaat terhadap kelangsungan pertumbuhan sektor pariwisata di Sulawesi Utara melalui berbagai pelatihan” pungkasnya.





