Luncurkan Layanan Penjualan Tiket Masuk Non Tunai, Desa Wisata Budo Jadi Destinasi Pertama Yang Go Digital di Sulawesi Utara

MINAHASA UTARA – detikgo.com BUMDES Sinar Usaha sebagai pengelola Kawasan Wisata Hutan Mangrove di Desa Wisata Budo melakukan terobosan baru dengan menghadirkan layanan cashless payment system atau sistem pembayaran non tunai melalui penjualan tiket masuk digital (e-ticketing) bagi para pengunjung. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur BUMDES Sinar Usaha Hanni Lorens Singa kepada http://detikgo.com Sabtu, (11/6/2022).

Menurut Hanni, penjualan tiket masuk digital hasil kerjasama BUMDES Sinar Usaha dengan PT Atourin Teknologi Nusantara ini efektif diberlakukan mulai Minggu (12/6/2022). Pembayarannya bisa menggunakan semua dompet digital seperti Ovo, Dana, Link Aja, Gopay, Shopeepay; semua aplikasi m-banking; serta retail outlets seperti Alfamart dan Indomaret yang sudah terintegrasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Budo Lisbet Lintogareng melalui Sekretaris Desa Budo Odirandi mengatakan bahwa digitalisasi memang sangat perlu digencarkan, apalagi saat ini sudah masuk era digital, dimana semua kebutuhan dapat dengan mudah didapatkan hanya menggunakan smartphone. Untuk itu, semua harus melek dan menerima perubahan yang terus terjadi ini agar tidak tertinggal.

Menurutnya, keberadaan desa wisata saat ini tidak terlepas dari proses digitalisasi desa. Terlebih sejak digitalisasi dimasukkan sebagai salah satu dari tujuh kategori selain homestay, toilet, souvenir, digital, CHSE, dan daya tarik wisata yang dilombakan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar oleh Kemenparekraf, tren pengelolaan daya tarik desa wisata saat ini cenderung mengarah pada maksimalisasi pemanfaatan platform digital.

Sebagai desa yang berhasil masuk 50 Besar Desa Wisata dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan sedang dalam persiapan menghadapi tahapan kurasi 10 Besar ia berharap layanan sistem pembayaran non tunai untuk penjualan tiket masuk hasil kerjasama dengan Atourin ini dapat menambah point penilaian Dewan Juri ADWI 2022.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Vekki Singa mengatakan sangat mendukung pemberlakuan penjualan tiket masuk digital di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Wisata Budo. Menurut Vekki, kehadiran internet telah memberikan kontribusi dan manfaat positif di berbagai sektor industri termasuk pariwisata. Selain sebagai upaya promosi untuk meningkatkan jumlah pengunjung di destinasi melalui strategi pemasaran digital, sistem pembayaran non tunai melalui Atourin ini juga mempermudah pelayanan wisata dalam hal efisiensi waktu dan biaya operasional serta mendorong terlaksananya transparansi terkait pendapatan untuk pelaporan pajak.

Sementara itu, sosok di balik layar suksesnya peluncuran tiket masuk online di Desa Wisata Budo Rio Sahima mengatakan, “Dengan adanya penjualan ticket online ini akan mempermudah para pengunjung mendapatkan tiket masuk. Tidak perlu contact by phone untuk reservasi tempat dan tidak perlu ngantri. Dan ini juga menjadi salah satu penilaian di ADWI 2022 dalam Kategori Digital and Kreatif. Sangat luar biasa. Untuk pengunjung yang akan membeli tiket masuk online ini, bisa langsung klik link https://atourin.com/marketplace/experience/desa-wisata-budo ” ujar pria humble yang mengelola fans page Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Budo ini.

Terpisah, Representative Program AVMS Atourin Wilayah Sulawesi Utara Yolanda Rachmat membenarkan adanya kerjasama antara BUMDES Sinar Usaha dengan PT Atourin Teknologi Nusantara terkait penjualan tiket masuk digital di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Budo melalui Program AVMS. “Untuk Wilayah Sulawesi Utara, Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Wisata Budo merupakan destinasi wisata pertama yang menerapkan sistem penjualan tiket masuk online melalui platform digital Atourin. Kedepan, kami akan mengupayakan hal yang sama di destinasi wisata lain di Sulawesi Utara” jelasnya.

Menurut Yolanda, Atourin merupakan perusahaan rintisan pariwisata berbasis teknologi yang memiliki visi untuk berkontribusi terhadap pariwisata dan ekonomi Indonesia melalui berbagai inovasi berbasis digital untuk membantu para pemangku kepentingan industri pariwisata di Indonesia dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan.

Lanjut dikatakannya bahwa Program Atourin Visitor Management System (AVMS) merupakan salah satu bentuk produk TOTAL (Tourism Goes Digital) milik Atourin yang ditujukan untuk membantu pengelola daya tarik wisata di Indonesia dalam penjualan tiket wisata online dan manajemen data pengunjung melalui platform digital. “Jadi, selain dapat membantu mengenalkan desa-desa wisata Indonesia ke lingkup yang lebih luas, Program AVMS juga bisa membantu desa wisata untuk go international” jelasnya lagi.

Manfaat lain yang didapatkan mitra (pengelola destinasi wisata) melalui fitur yang terdapat di platform Atourin adalah penjualan tiket masuk dengan sistem pembayaran non tunai, pengelolaan jadwal dan kategori tiket masuk, dokumentasi laporan penjualan, data pengunjung real time, notifikasi melalui email, bebas mengatur harga dengan kupon/voucher promosi tanpa harus melalui vendor, ulasan dan rating objek wisata serta aplikasi scan tiket melalui android.

Dengan menerapkan layanan digital di destinasi wisata, diharapkan bisa lebih menarik semua kalangan. Layanan digital yang ada ini untuk mempermudah pengunjung. Pengunjung di destinasi wisata kini tak harus membawa uang tunai lagi ketika akan membayar tiket masuk, karena sudah bisa dilakukan secara digital.

Layanan itu dihadirkan untuk menarik wisatawan terutama para milenial yang sudah enggan membawa uang tunai, karena mereka lebih memilih menggunakan dompet digital.

Mengingat perubahan itu tidak bisa dilakukan secara instan, maka sosialisasi layanan digital perlu digencarkan lagi terutama bagi pengguna layanan. “Butuh proses yang tidak sebentar, agar masyarakat bisa beralih dari menggunakan uang tunai ke layanan non tunai. Untuk itu program digitalisasi pariwisata yang sedang dilakukan oleh pemerintah pusat juga harus didorong dan dikembangkan oleh pemerintah daerah” pungkas Yolanda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *