MINAHASA UTARA – detikgo.com Kawasan Wisata Hutan Mangroove yang berada di Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara kedatangan tamu istimewa pada Jumat, (1/7/2022). Betapa tidak, dari sekian banyak destinasi wisata menarik yang ada, Bupati Minahasa Utara Joune J.E Ganda, SE memilih Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo sebagai tempat untuk menyambut kunjungan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) Laksamana TNI AL (Purn) Prof. DR. Marsetio, bersama rombongan.
Dalam kunjungan perdananya di Desa Wisata tersebut, Marsetio menyampaikan kekagumannya akan keindahan Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo yang menurutnya memiliki udara yang sejuk dengan areal yang luas. Ia mengatakan, selain indah dan sejuk hutan mangrove sangat berguna untuk masyarakat yang ada di pesisir pantai juga bagi satwa-satwa yang habitatnya di hutan mangroove. Oleh karenanya, ia berharap agar masyarakat Desa Budo dapat terus menjaga dan memelihara kelestarian Hutan Mangrove yang ada.
Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Periode 2012-2015 ini memberikan bantuan berupa tegel/keramik yang akan dipasang di sejumlah fasilitas umum yang ada di Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo. Marsetio pun berjanji akan mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya ke Desa Budo.
Dalam kesempatan itu, Marsetio menghadiahkan buku berjudul “Kepemimpinan Nusantara (Archipelago Leadership)” yang merupakan karyanya sendiri kepada Joune Ganda dan Hukum Tua Desa Budo, Lisbeth Lintogareng.
Joune Ganda yang saat itu didampingi oleh Asisten II Bupati Minahasa Utara Allan Mingkit, Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara Audy Sambul, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Utara Marthen Sumampouw menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) dan rombongan.
Ia pun menyampaikan terima kasih untuk buku Kepemimpinan Nusantara karya Laksamana TNI AL (Purn) Prof. DR. Marsetio, dan berjanji akan menjadikannya sebagai referensi sekaligus inspirasi dalam menjalankan kepemimpinan di Minahasa Utara.
Menyinggung persiapan Desa Budo dalam rangka memasuki tahapan kurasi 10 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Bupati Joune Ganda berjanji akan memberi perhatian dan dukungan penuh mulai dari tahap persiapan hingga kunjungan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Tim Juri ADWI 2022 yang dijadwalkan pada akhir Juli nanti.
Joune Ganda juga menegaskan kesiapannya untuk menghadiri Agenda Kunjungan Kepala Perwakilan PBB yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Manado yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo pada hari Rabu (6/7/2022) nanti.
Terkait hal ini, Direktur Politeknik Negeri Manado Dra. Mareyke Alelo, MBA melalui Yollanda Lagarense, SS, M.Hum., selaku PIC kegiatan tersebut membenarkan rencana Kunjungan Kepala Perwakilan PBB di Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo.
Menurut Dosen Pengajar di Politeknik Negeri Manado ini, Kepala Perwakilan PBB Valerie Julliand diagendakan hadir di Desa Budo pada pada hari Rabu (6/7/2022) bersama Kepala Penasehat Teknis ILO Skills Prosperity Programme in Indonesia Mary Kent, dan United Nations Fund for Population Activities (UNFPA) Representative Anjali Sen. Kegiatan yang akan dirangkaikan dengan seremoni penanaman Mangrove ini juga akan menghadirkan pemerintah daerah dan sejumlah stakeholder terkait. Diketahui, Desa Budo merupakan Desa Binaan Politeknik Negeri Manado.
Dihubungi usai kunjungan Komisaris Utama PT PELINDO dan Bupati Minahasa Utara di Desa Budo, Hukum Tua Lisbeth Lintogareng yang didampingi oleh Ketua Pokdarwis Vekki Singa menyampaikan terima kasih kepada kepada Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) Laksamana TNI AL (Purn) Prof. DR. Marsetio yang telah memberikan bantuan berupa tegel/keramik untuk sejumlah fasilitas umum yang ada di Kawasan Wisata Hutan Mangroove Desa Budo serta kesediaan memberikan dukungan untuk pengembangan pariwisata di Desa Budo melalui Program CSR.
Lisbeth menyambut gembira perihal kesediaan Bupati memberikan perhatian dan dukungan penuh dalam rangka persiapan kunjungan Menparekraf dan Tim Juri ADWI 2022 yang dijadwalkan pada akhir Juli nanti. Ia berharap agar bentuk dukungan tersebut dapat segera direalisasikan mengingat jadwal kunjungan Menparekraf bersama Tim Juri sudah semakin dekat.
Lisbeth mengatakan, pasca ditetapkan masuk 50 Besar ADWI 2022 pada tanggal 27 April 2022 lalu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam rangka persiapan menghadapi tahapan kurasi yang akan dilaksanakan oleh Menparekraf bersama Tim Juri pada akhir bulan Juli nanti. Meski demikian, Desa Budo yang berhasil menyisihkan 3.369 dari 3.419 desa wisata peserta ADWI 2022 ini merasa masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi.
Ia bersama warganya yang optimis menargetkan Desa Budo masuk 10 Besar ADWI 2022 mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan seluruh stakeholder terkait untuk memberikan dukungan nyata dengan mengambil bagian dalam persiapan menghadapi tahapan kurasi 10 Besar ADWI 2022 yang sudah di depan mata.
“Keberhasilan Desa Budo di event bergengsi berskala Nasional ADWI 2022 tidak hanya akan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Budo saja. Keberhasilan Desa Budo, juga akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya dan masyarakat Minahasa Utara pada khususnya” pungkasnya.





