MANADO, detikgo.com – Upaya menjaga stabilitas dan keandalan konektivitas digital di wilayah kepulauan terus diperkuat. Tidak sekadar menghadirkan jaringan, pemerintah juga memastikan layanan telekomunikasi tetap optimal di tengah berbagai tantangan geografis dan teknis.
Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Partial Cut Palapa Ring Tengah Segmen Tahuna–Melonguane yang dilaksanakan di Four Points by Sheraton Manado, Selasa (07/04/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh BAKTI Komdigi bersama pemerintah daerah serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Michael Thungari, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro yang diwakili oleh Eddy S. Salindeho. Turut hadir pula Kadis Kominfo Kabupaten Sangihe Ronald Lumiu dan Indra Purukan.
Dari pihak penyelenggara, Sudarmanto hadir bersama jajaran, di antaranya Suharyoto dan Meiliana Loeis. Selain itu, turut hadir Manuelson Jaka Jusuf.
Partisipasi juga datang secara daring dari Indra Maulana dan Indra Apriadi, serta perwakilan berbagai instansi seperti PT Len Telekomunikasi Indonesia dan Surveyor Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan pentingnya keandalan jaringan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Konektivitas digital di daerah kepulauan seperti Sangihe bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan terencana dari BAKTI dalam melakukan perbaikan serta menyiapkan mitigasi, sehingga pelayanan publik, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan berarti,” ujar Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat guna menghadapi berbagai tantangan infrastruktur di wilayah perbatasan.

“Kami berharap koordinasi seperti ini terus berlanjut, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih dini dan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang maksimal,” tambahnya.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa perbaikan jaringan merupakan bagian dari langkah mitigasi strategis guna mengantisipasi potensi gangguan yang lebih luas di masa mendatang, khususnya di wilayah Kepulauan Sangihe dan Sitaro yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Selama proses perbaikan berlangsung, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, antara lain penyediaan akses internet alternatif di lebih dari 150 titik layanan publik, optimalisasi jaringan cadangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra kerja, diharapkan konektivitas digital di wilayah perbatasan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Konektivitas bukan hanya soal jaringan, tetapi menjadi fondasi utama dalam mendukung pelayanan publik, sektor pendidikan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.





