Pemulihan Kabel Laut Tahuna–Melonguane Alami Penyesuaian Jadwal, Layanan Diperkirakan Normal 6 Juni 2026

Pemberitahuan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe (kominfo)

SANGIHE, detikgo.com – Proses pemulihan jaringan kabel laut yang menghubungkan Tahuna dan Melonguane mengalami penyesuaian jadwal penyelesaian. Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Facebook Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (02/06/2026) bahwa target normalisasi layanan yang semula direncanakan pada 2 Juni 2026 kini diundur hingga 6 Juni 2026.

Penyesuaian tersebut dilakukan setelah tim teknis melakukan evaluasi terbaru terhadap kondisi pekerjaan di lapangan. Sejumlah faktor non-teknis menjadi penyebab utama mundurnya target penyelesaian, di antaranya kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta angin kencang yang terjadi di perairan sekitar Tahuna.

Selain itu, tim teknis juga menghadapi tantangan berupa kondisi dasar laut yang didominasi bebatuan (rocky seabed), sehingga proses pencarian dan penanganan kabel memerlukan ketelitian dan kehati-hatian ekstra.

Dalam keterangannya, Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe menjelaskan bahwa proses pemulihan jaringan masih terus berlangsung dan tim teknis tetap bekerja maksimal untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Tim teknis tetap berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kualitas hasil pemulihan jaringan,” demikian disampaikan dalam pemberitahuan resmi yang dipublikasikan melalui media sosial Kominfo Sangihe.

Kehati-hatian dalam proses perbaikan juga menjadi prioritas mengingat posisi jalur kabel laut yang berada berdekatan satu sama lain, sehingga diperlukan langkah penanganan yang cermat untuk menghindari risiko gangguan tambahan pada jaringan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perubahan jadwal tersebut. Masyarakat diharapkan dapat memahami situasi yang dihadapi di lapangan, sementara perkembangan terbaru terkait proses pemulihan jaringan akan terus diinformasikan secara berkala.

Dengan adanya perpanjangan waktu pengerjaan ini, diharapkan proses perbaikan dapat berjalan optimal sehingga layanan telekomunikasi dan konektivitas data di wilayah Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud dapat kembali beroperasi secara normal dan stabil.(*/Bensa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *