MANADO, Detikgo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus bergerak mencari solusi untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), menyusul keluhan masyarakat terkait terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), turun langsung mengoordinasikan langkah penanganan bersama Pertamina Regional Sulawesi guna mempercepat pemulihan pasokan dan distribusi BBM di wilayah Sulawesi Utara.

Dalam rapat bersama Pertamina Regional Sulawesi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Saptu (17/10/2026), Gubernur YSK mengungkapkan bahwa tambahan pasokan BBM terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah menambah 3 juta liter dan hari ini 5 juta liter. Tanggal 20 akan datang lagi suplai BBM lebih banyak lagi, khusus untuk Pertalite,” ungkap YSK.
Ia menjelaskan, tambahan pasokan sebanyak 5 juta liter dijadwalkan tiba di Manado sekitar pukul 18.00 WITA. Selanjutnya, pengiriman tambahan BBM juga direncanakan kembali masuk pada 20 Oktober 2026.
Menurut YSK, berdasarkan penjelasan pihak Pertamina, ketersediaan stok BBM untuk Sulawesi Utara terus diupayakan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan distribusi kembali berjalan normal.
Minta Jam Operasional SPBU Ditambah, Operator Pengisian Diperbanyak
Selain mendorong penambahan pasokan, Gubernur YSK menegaskan bahwa percepatan pelayanan di SPBU menjadi faktor penting dalam mengurai antrean kendaraan.
Karena itu, YSK mengusulkan kepada Pertamina agar jam pelayanan SPBU diperpanjang dan jumlah operator pengisian ditambah.
“Saran saya, selain waktu pengisian dari SPBU ditambah, setiap SPBU juga agar operatornya ditambah. Karena kalau tambah banyak tapi operatornya sedikit, tetap akan macet,” tegasnya.
Bahkan, Gubernur membuka opsi pelibatan personel TNI-Polri maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu proses pelayanan pengisian BBM apabila penambahan operator belum memungkinkan.
Langkah ini dinilai penting agar penyaluran BBM yang telah ditingkatkan dapat diikuti dengan percepatan pelayanan kepada masyarakat.
18 Ribu ASN Pemprov Sulut Didorong Terapkan WFH.
Tidak hanya mengandalkan penambahan pasokan dan peningkatan pelayanan SPBU, Gubernur YSK juga menyiapkan strategi untuk menekan mobilitas kendaraan di tengah situasi antrean panjang.
Salah satu langkah yang disorot adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sekitar 18.000 ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
YSK menegaskan bahwa WFH harus benar-benar dilaksanakan dari rumah, bukan dimanfaatkan untuk bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA).
“Lumayan kalau mereka tidak ikut mengantri BBM di SPBU,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar ASN tidak menyalahgunakan kebijakan tersebut untuk kepentingan pribadi, seperti bepergian atau jalan-jalan di luar urusan pekerjaan.
“Kalau ada yang sampai keluar, jalan-jalan, kurangi TPP,” tegasnya, merujuk pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Menurutnya, pengurangan mobilitas kendaraan, khususnya dari kalangan ASN, diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di SPBU sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bisa memperoleh pelayanan lebih cepat.
YSK juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk mempercepat penyaluran tambahan pasokan ke seluruh SPBU di Sulawesi Utara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap sinergi bersama Pertamina, didukung partisipasi masyarakat dan pengendalian mobilitas kendaraan, dapat mempercepat pemulihan distribusi BBM.
Dengan berbagai langkah tersebut, Gubernur YSK optimistis persoalan antrean panjang di SPBU dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.





