MINAHASA (detikgo.com) – Transformasi pengelolaan layanan air bersih di Kabupaten Minahasa memasuki babak baru. Bupati Kab Minahasa Dr Robby Dondokambey S,Si, MAP secara resmi meresmikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Rano Manguni Minahasa, Kemarin, Selasa (3/11/2026), sebagai langkah memperkuat tata kelola perusahaan daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Peresmian Perumda Rano Manguni turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS, MAP tersebut menandai perubahan bentuk kelembagaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa menjadi Perumda Rano Manguni Minahasa.
Namun, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama maupun status administrasi. Lebih dari itu, transformasi tersebut membawa harapan sekaligus tantangan baru bagi perusahaan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan harus dibarengi dengan pembenahan nyata, terutama dalam aspek manajemen, profesionalisme sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Menurutnya, Perumda Rano Manguni Minahasa harus mampu membangun sistem pengelolaan perusahaan yang lebih sehat, kuat, dan profesional, tanpa mengesampingkan tanggung jawab utamanya sebagai penyedia layanan publik.
Bupati mengingatkan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengelolaan perusahaan daerah harus mampu menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan kewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Perubahan kelembagaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, bukan hanya berhenti pada perubahan administrasi semata,” demikian pesan yang ditekankan dalam arahannya.
Lebih jauh, Robby mendorong jajaran Perumda Rano Manguni melakukan pembenahan secara menyeluruh. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan manajemen internal, serta pengembangan infrastruktur jaringan distribusi air bersih.
Persoalan perluasan cakupan pelayanan, penanganan kebocoran jaringan, hingga jaminan ketersediaan air yang memenuhi standar kelayakan juga menjadi pekerjaan penting yang harus dijawab melalui kinerja perusahaan yang lebih optimal.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dinilai perlu diperkuat untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons kebutuhan pelanggan.
Kepada jajaran direksi dan seluruh pegawai, Bupati menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan disiplin, tanggung jawab, inovasi, dan integritas.
Pengelolaan keuangan serta aset daerah juga diminta dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sementara dalam aspek pelayanan, masyarakat harus mendapatkan kemudahan akses, respons yang cepat, perlakuan yang adil, serta kepastian tindak lanjut atas setiap pengaduan.

Penegasan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan Perumda Rano Manguni tidak cukup diukur dari perubahan bentuk badan usaha, tetapi harus terlihat dari peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Usai menyampaikan sambutan, Bupati Robby Dondokambey secara resmi meresmikan Perumda Rano Manguni Minahasa. Ia pun mengajak seluruh jajaran perusahaan untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa mengandalkan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kegiatan peresmian turut dihadiri jajaran pimpinan Perumda Rano Manguni Minahasa, pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, pimpinan perbankan, pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan resmi beroperasinya Perumda Rano Manguni Minahasa, masyarakat kini menaruh harapan besar terhadap perubahan kualitas pelayanan air bersih di daerah tersebut.
Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana membangun perusahaan daerah yang sehat secara manajerial dan finansial, tetapi juga memastikan setiap masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan sebuah perusahaan daerah pada akhirnya tidak hanya dinilai dari bagaimana perusahaan itu dikelola, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkannya bagi masyarakat. (MGP)
ADVERTORIAL





