KEPULAUAN SANGIHE, detikgo – Kepolisian Resort Kepulauan Sangihe menggagalkan dugaan penyelundupan barang mencurigakan melalui jalur laut. Dua warga negara asing (WNA) asal Filipina diamankan bersama 15 karung barang misterius di Perairan Teluk Lue, Kecamatan Tabukan Utara, pada Minggu (1/11/2026).
Penangkapan berawal dari kegiatan patroli laut yang dilakukan Polsubsek Bukide, Polsek Tabukan Utara. Pada pukul 11.00 WITA, petugas menyisir kawasan Teluk Perairan Laut Dusun Lue Lindungan II, Kampung Nanedakele, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dalam patroli tersebut, petugas menemukan sebuah perahu jenis pump boat atau pamboad yang mencurigakan. Di atas perahu itu, petugas mendapati dua orang WNA dan sejumlah karung yang belum diketahui isi pastinya.
Kedua WNA tersebut diidentifikasi sebagai Binzer Jama Kalamansig (44) yang berposisi sebagai nahkoda, dan Pilimon D Sala Kalamansig (65). Keduanya tercatat beralamat di Gensan City, Filipina.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan total ada 15 karung dengan berat masing-masing sekitar 50 kg. Dengan demikian, total berat barang yang diangkut mencapai 750 kg.
Saat dimintai keterangan, nahkoda kapal, Binzer, berdalih tidak mengetahui isi sebenarnya dari karung-karung tersebut. Ia mengklaim hanya menerima perintah dari seorang bos di Gensan City untuk mengantar barang yang disebut sebagai pupuk pisang.
Kronologi perjalanan barang ini terlihat terstruktur. Binzer mengaku barang dimuat dari Gensan City, Filipina, pada Sabtu (31/10/2026) pukul 20.00 waktu setempat. Perahu mereka kemudian tiba di Teluk Pulau Tinakareng, Kampung Nanedakele, pada Minggu (1/11/2026) pukul 10.00 WITA.
Namun, ada kejanggalan dalam misi pengantaran ini. Binzer mengaku mendapat instruksi khusus untuk menghubungi seorang perempuan bernama Arki setibanya di Pulau Sangihe. Ia belum sempat bertemu dengan kontak tersebut saat perahunya digerebek petugas.
Kapolsubsek Bukide langsung melaporkan penemuan ini kepada Kapolsek Tabukan Utara untuk tindak lanjut penyidikan. Identitas sang bos di Filipina dan perempuan bernama Arki kini menjadi fokus penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman ini.
Meski membenarkan adanya penemuan dan pengamanan tersebut, Kasi Humas Polres Kepulauan Sangihe, Ipda Rocky Rafael Tujuwale yang dihubungi detikgo.com Selasa (3/11/2026) menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan rilis resmi terkait detail kasus ini. Ia berjanji akan segera memberikan keterangan resmi menyusul perkembangan penyelidikan yang masih terus berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, jenis barang di dalam 15 karung tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian masih mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap dalang di balik pengiriman barang mencurigakan ini.





