Dihadapan Anggota Polres Bolsel, Ibu Ini Terpaksa Lucurkan Celananya

Hadija (korban-red) didampingi kuasa hukumnya, Rizki Hidayah, SH (detikgo)

MANADO, detikgo.com – Pengakuan yang cukup menyedihkan di ucapkan oleh Hadija Maksum (48) seorang Ibu Rumah Tangga yang berdomisil di Molibagu, dimana dirinya terpaksa harus melucurkan atau melorotkan celananya dihadapan anggota Polres Bolmong untuk membuktikan bahwa dirinya sedang sakit dan lagi mengalami pendarahan.

” Kita terpaksa kasih turun celana agar komandan percaya, kita sakit dan lagi pendarahan,” ucap Ibu Rumah Tangga ini kepada wartawan di Mapolda Sulut, Kamis (10/02/2022).

Bacaan Lainnya

Hal itu menurut Hadija, terpaksa ia lakukan meskipun berat rasanya karena dia seorang perempuan dan para anggota Polisi yang datang ke rumahnya adalah laki-laki semua, dimana dirinya dipaksa ikut kemauan mereka, bahkan saat mereka masuk rumahnya tanpa ijin, dirinya sementara mengganti popok cucunya yang berusia 3 tahun.

Sebelumny Hadija sempat kaget, ketika tiba-tiba ada 3 orang anggota Polres masuk secara tiba-tiba sekitar jam 10 pagi langsung berseru: “mana barang itu, mana barang itu ?”, entah apa yang dimaksud.

Usai dilakukan pemeriksaan, Hadija Maksum pun dibawa para oknum anggota Polisi tersebut berkeliling lalu mampir di penginapan dan selanjutnya ditahan hingga sekitar 61 hari di Polsek Bolaang Uki.

Ditambahkan oleh Rizki Hidayah, SH kuasa hukum dari Hadija Maksum bahwa kejadian itu terjadi pada 8 Desember 2021 dan kliennya nanti dikeluarkan pada 7 Februari 2022.

Kapolres Bolsel, AKBP Ketut Suryana sendiri ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa kelima oknum anggota Polres Bolsel berinisial Ir, Fs, Mn, Tj dan Fg yang menangani perkara tersebut telah dikenakan sanksi disiplin dan telah diberikan hukuman.

“Utk keputusan karena berbeda-beda peran yang pasti semuanya hukuman 21 hari kurungan, ada yg demosi, ada yg tunda pangkat tergantung perannya masing-masing,” balas Kapolres Bolsel melalui Whatssapp, Kamis (10/02/2022).(Steven)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *