SANGIHE, detikgo.com — Perjalanan panjang pelayanan GMIST Yerusalem Enemawira kini memasuki usia ke-163 tahun. Momentum bersejarah tersebut dirayakan melalui ibadah syukur yang berlangsung pada Senin (31/08/2026), dan dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry S. Thungari-Soeyoenus, S.E.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menambah sukacita jemaat dalam mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan pelayanan GMIST Yerusalem Enemawira yang telah berlangsung lebih dari satu setengah abad.
Turut hadir dalam perayaan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi, S.E., bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tabukan Utara Marwan Nikiulu, S.Sos., M.Si., Staf Khusus Bupati, serta para Penjabat Kapitalaung, masing-masing Pj. Kapitalaung Kampung Bengketang, Bowongkulu dan Beha. Hadir pula unsur pelayanan gereja, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Perayaan tahun ini mengangkat tema “Bertumbuh dan Berbuah dalam Kasih sebagai Keluarga Kerajaan Allah”. Ibadah dipimpin Pdt. Clementie E. Oleng, M.Th., dengan pesan firman yang menekankan pentingnya kehidupan umat yang terus melekat kepada Tuhan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Clementie menggambarkan Tuhan sebagai pokok anggur yang benar, sementara umat-Nya merupakan ranting-ranting yang dipanggil untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah.
Menurutnya, buah kehidupan orang percaya tidak hanya terlihat dari berbagai aktivitas pelayanan, tetapi terutama melalui iman dan kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kehidupan iman harus terus dibangun dan diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus gereja.
Ia menekankan bahwa buah iman merupakan warisan penting bagi generasi mendatang. Kehidupan iman perlu ditata dan dipelihara dengan baik sehingga menghasilkan buah yang dapat dirasakan dalam kehidupan keluarga, gereja maupun masyarakat.
Selain iman, kasih juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Jemaat diingatkan bahwa perjalanan pelayanan ke depan akan berhadapan dengan berbagai tantangan. Namun, tantangan tersebut tidak boleh membuat gereja kehilangan arah dan tujuan utama pelayanan kepada Tuhan.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang GMIST Yerusalem Enemawira yang kini telah mencapai usia 163 tahun.
Menurut Bupati, usia lebih dari satu setengah abad menunjukkan bahwa GMIST Yerusalem Enemawira memiliki sejarah pelayanan yang panjang. Gereja tersebut telah melewati berbagai zaman dan menjadi salah satu gereja tua yang ikut mewarnai perjalanan kekristenan serta kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bagi Michael Thungari, GMIST Yerusalem Enemawira juga memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Ia mengenang masa ketika dirinya masih menempuh pendidikan di SD GMIST Yerusalem Enemawira.
Kenangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan gereja tidak hanya memiliki peran dalam membangun kehidupan kerohanian umat, tetapi juga turut mengambil bagian dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi dari masa ke masa.
Karena itu, Bupati berharap peringatan HUT ke-163 tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia gereja, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh jemaat untuk melihat kembali perjalanan pelayanan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen pelayanan pada masa mendatang.
Semangat bertumbuh dan berbuah dalam kasih sebagaimana tema perayaan diharapkan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan jemaat, baik di lingkungan keluarga, gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh komponen jemaat untuk terus memelihara persatuan, kebersamaan dan semangat saling menopang. Gereja diharapkan terus hadir sebagai pembawa damai sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang memiliki iman, karakter serta kepedulian terhadap sesama.
Memasuki usia ke-163 tahun, GMIST Yerusalem Enemawira diharapkan semakin kokoh sebagai rumah persekutuan, terus bertumbuh dalam iman dan menghasilkan buah kasih yang dapat dirasakan masyarakat, sekaligus mewariskan nilai-nilai kehidupan Kristiani kepada generasi gereja di masa mendatang.





