Terapkan Learning by Doing, Mahasiswa Manajemen Perhotelan Polimdo dampingi Karang Taruna Desa Budo Kelola Event Wisata

MINAHASA UTARA, detikgo.com – Sebanyak 20 anggota Karang Taruna Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara, mengikuti Pelatihan Event MICE Management yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan, Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari program Pengabdian Berbasis Masyarakat Mahasiswa Berdampak tahun 2026.

Desa Budo, yang dikenal dengan panorama pesisir dan kearifan lokal Minahasa Utara, selama ini belum memiliki kalender event tetap untuk menarik wisatawan. Karang Taruna sebagai motor penggerak pemuda desa dinilai masih membutuhkan peningkatan kapasitas dalam perencanaan, promosi, dan operasional event berbasis komunitas. Adaptasi konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) skala desa ini difokuskan pada pengelolaan festival budaya, pertemuan komunitas, dan paket wisata edukasi yang terorganisir.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Ketua Jurusan Pariwisata Polimdo, Dr. Dainty B. Polii, bersama Kaprodi D4 Perhotelan Dimas Era Permana, SST., M.Par., serta Dosen Pembimbing Dianne O. Rondonuwu, MM., Benny I. Towoliu, SE, M.Par., dan Dr Mitha Takaendengan, M.Tour.

Kaprodi D4 Perhotelan Dimas Era Permana, SST., M.Par (tengah) saat Memberikan Sambutan kepada Peserta Pelatihan MICE di Desa Budo.

Sementara itu, tim pelaksana terdiri dari sembilan mahasiswa Program Studi (Prodi) Global Tourism Management yaitu Fernanda Towoliu, Jac T. Buambitun, Adila Rascha Farhan, Timothy J. Makahekung, Ignacio A. Nangaro, Markco P. Manangkoda, Christania C. B. Wentuk, Cicilia A. Neidelyn, dan Christi D. Regina.

“Kami berharap pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar melahirkan event-event unggulan yang bisa menjadi ikon Desa Budo. Mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pendampingan intensif agar Karang Taruna bisa menjadi agen perubahan yang profesional,” ujar Dr. Dainty B. Polii saat membuka kegiatan.

Hukum Tua (Kepala Desa) Budo, Lisbet Lintogareng, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh pengembangan SDM pemuda. “Pemerintah Desa Budo sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa Polimdo. Kami percaya bahwa pemuda yang terampil mengelola event akan menjadi aset terbesar bagi kemajuan pariwisata desa kami ke depannya,” ungkapnya.

Hukum Tua Desa Budo, Lisbet Lintogareng (tengah) saat Memberikan Sambutan dalam kegiatan Pelatihan MICE di Desa Budo.

Sebagai Dosen Pembimbing, Dianne O. Rondonuwu, MM., menambahkan bahwa pendekatan learning by doing menjadi kunci keberhasilan transfer pengetahuan kepada masyarakat desa. “Mahasiswa kami dilatih untuk tidak hanya mengajar di kelas, tetapi turun langsung mendampingi Karang Taruna menyusun SOP, membuat konten digital, hingga mengevaluasi setiap tahapan event. Ini adalah wujud nyata penerapan ilmu vokasi pariwisata yang berdampak langsung bagi mitra,” jelasnya.

Materi pelatihan dirancang secara komprehensif mencakup konsep dasar MICE, perencanaan event, penyusunan proposal dan SOP, hingga digital marketing untuk promosi destinasi. Peserta juga dilibatkan dalam praktik langsung menyusun run-down acara, mengelola tamu, serta membuat konten promosi digital menggunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook.

Sebagai luaran konkret, program ini menargetkan tersusunnya Modul Pelatihan Event MICE, Template Proposal dan SOP Event, serta Kalender Event Wisata Desa Budo tahunan. Selain itu, peserta akan didampingi hingga mampu menyelenggarakan minimal satu event wisata berbasis komunitas secara mandiri.

Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan implementasi, hingga evaluasi keberlanjutan. Strategi keberlanjutan juga telah disiapkan melalui pembentukan Tim Event Karang Taruna Desa Budo dan monitoring berkala pasca-pelatihan.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan desa. “Selama ini kami sering bingung cara mengurus acara besar atau mencari sponsor. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi paham langkah-langkahnya dan punya template yang bisa langsung dipakai. Kami yakin Desa Budo bisa punya event rutin yang menarik wisatawan,” ujarnya.

Dengan bekal keterampilan manajemen event yang memadai, diharapkan Desa Wisata Budo dapat meningkatkan daya tarik destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *