LANGOWAN TIMUR (DETIKGO.COM)– Kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Sumarayar, kec Langowan Timur Kabupaten Minahasa, kembali menghadirkan figur baru yang menawarkan gagasan pembangunan berbasis inovasi dan penguatan ekonomi masyarakat.
Verly Edy Mantik resmi mendaftarkan diri sebagai calon Hukum Tua dengan nomor urut 2.
Verly, yang berasal dari keluarga Mantik–Sorongan, menegaskan bahwa keputusannya maju dalam Pilhut bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku terdorong untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian pemerintahan desa saat ini dengan menghadirkan terobosan baru bagi kemajuan Sumarayar.
Menurutnya, desa Sumarayar harus mampu berkembang lebih cepat agar tidak tertinggal dan dapat bersaing di tingkat Kabupaten Minahasa.
“Keputusan ini saya ambil sebagai bentuk dorongan untuk menghadirkan inovasi baru agar Desa Sumarayar bisa lebih maju dan diakui,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Berbekal Pengalaman Lapangan
Verly, yang kini berusia 49 tahun, memiliki latar belakang pekerjaan sebagai kepala tukang. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pekerjaan di lapangan.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih realistis dan tepat sasaran.
Dukungan keluarga dan masyarakat sejak awal pencalonannya turut menjadi dorongan tersendiri bagi Verly dalam melangkah di kontestasi Pilhut Sumarayar.
Dorong Infrastruktur dan Keamanan Desa
Dalam visi pembangunannya, Verly menempatkan sektor infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama. Ia berencana meningkatkan fungsi jalan desa, memperbaiki akses transportasi, serta menambah jaringan penerangan jalan umum.
Menurutnya, infrastruktur yang baik tidak hanya menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan keamanan lingkungan.
Selain itu, ia juga berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis guna memperkuat sistem keamanan desa.
Fokus pada Pertanian dan Ketersediaan Pupuk
Melihat mayoritas masyarakat Sumarayar berprofesi sebagai petani, Verly menyoroti persoalan ketersediaan pupuk yang masih menjadi tantangan utama.
Ia berkomitmen menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memastikan distribusi pupuk yang lebih terjangkau dan merata bagi petani.
“Tujuannya agar produktivitas pertanian bisa meningkat secara signifikan dan berdampak pada kesejahteraan petani,” katanya.
Digitalisasi Desa dan Pelibatan Generasi Muda
Dalam menghadapi era modern, Verly juga mendorong digitalisasi administrasi desa agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Di sisi lain, ia menaruh perhatian besar pada peran generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda di Sumarayar memiliki potensi besar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam pembangunan desa.
Ia menilai gagasan dan energi pemuda menjadi modal penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pelestarian Budaya dan Semangat Gotong Royong
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Verly juga menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal. Salah satunya adalah tradisi Tumawang, yaitu budaya gotong royong dalam pembangunan rumah yang masih hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya tersebut penting untuk menjaga solidaritas dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Desa Sumarayar sendiri telah berdiri selama 138 tahun dan memiliki 1.378 pemilih terdaftar yang akan menentukan arah kepemimpinan desa sumarayar pada periode mendatang.
Verly berharap kepercayaan masyarakat dapat diberikan kepadanya agar visi pembangunan yang telah disusun dapat diwujudkan secara nyata.
“Saya berharap diberi kesempatan untuk mengabdi dan membawa Sumarayar menjadi desa yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Red)





