Handry Pasandaran: Tracing TB Penting untuk Temukan Kasus Sejak Dini

SANGIHE, detikgo.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, dan pemeriksaan kesehatan untuk pencegahan penularan TBC yang digelar bersama Puskesmas Enemawira dan Pemerintah Kampung Petta, bertempat di Kantor Kampung Petta, Selasa (22/09/2026).

Bacaan Lainnya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe dr. Handry Pasandaran bersama Pj. Kapitalaung Petta Suryati Paparang

Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, S.E., M.E., yang hadir sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya TBC, pola penularan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, hingga langkah pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan secara langsung menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menekan penyebaran penyakit menular, khususnya TBC.

Pj. Kapitalaung Petta Suryati Paparang

Dalam arahannya, Handry Pasandaran menegaskan bahwa penanganan TBC membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, keluarga, dan masyarakat.

Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

dr. Handry Pasandaran, S.E., M.E., memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit TBC

Menurutnya, semakin cepat penyakit TBC ditemukan, maka penanganan dan pengobatan juga dapat dilakukan lebih dini sehingga risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat diminimalisir.

Handry juga menjelaskan pentingnya pelaksanaan Tracing TB atau investigasi dan pelacakan kontak tuberkulosis. Tracing TB merupakan proses mencari, menelusuri, serta melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang tinggal serumah maupun mereka yang sering berinteraksi dengan pasien yang terkonfirmasi TBC.

Menurutnya, pelacakan kontak menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian TBC karena bertujuan menemukan kemungkinan penularan sedini mungkin sebelum penyakit menyebar lebih luas di tengah masyarakat.

dr. Handry Pasandara, S.E., M.E., memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi awal penularan penyakit TBC

“Tracing TB dilakukan untuk mendeteksi kasus lebih cepat, memutus mata rantai penularan, serta memastikan warga yang ditemukan positif dapat segera mendapatkan penanganan dan pengobatan,” jelas Handry.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, petugas kesehatan dapat melakukan edukasi mengenai gejala TBC, wawancara terkait faktor risiko maupun riwayat kontak dengan pasien, serta pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi medis.

Bagi warga yang merupakan kontak erat dan menunjukkan gejala yang mengarah pada TBC, pemeriksaan dapat dilanjutkan melalui pemeriksaan dahak maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kebutuhan dan penilaian tenaga kesehatan.

Petugas Puskesmas Enemawira sedang melakukan tracing kepada warga

Upaya penelusuran kontak tersebut juga dapat dikolaborasikan dengan berbagai program pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk kegiatan pemeriksaan kesehatan, sehingga proses skrining dan deteksi dini dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Bagi masyarakat yang mengalami gejala atau merasa memiliki risiko tertular, jangan takut untuk memeriksakan diri ke Puskesmas. Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar dapat segera ditangani dan menjalani pengobatan dengan benar,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga terus mendorong masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada penderita TBC. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Masyarakat juga diharapkan terbuka dan kooperatif ketika petugas kesehatan melakukan investigasi kontak. Keterbukaan mengenai riwayat kontak dengan penderita TBC akan membantu tenaga kesehatan menemukan kasus lebih dini sekaligus melindungi keluarga dan lingkungan dari risiko penularan.

Sosialisasi yang dilakukan hingga ke tingkat kampung, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap pemahaman masyarakat mengenai TBC semakin meningkat, sehingga upaya menemukan kasus lebih dini, melakukan tracing terhadap kontak erat, memutus mata rantai penularan, serta meningkatkan angka kesembuhan dapat berjalan lebih optimal.

Sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas Enemawira dan Pemerintah Kampung Petta diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat serta lingkungan yang semakin terlindungi dari penularan TBC.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *