Djafar Badjeber Bicara : Perangi Narkoba Bersama Dan Harapan Baru Untuk Kepala BNN Yang Baru, Irjen Pol Suyudi Ario Seto

Politisi Nasional Djafar Badjeber MSi

JAKARTA (detikgo.com)- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Irjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum baru dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Tanah Air.27 Agustus 2025.

Dalam pernyataannya kepada media, Irjen Pol. Suyudi menegaskan bahwa BNN tidak dapat bekerja sendirian dalam memerangi narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk turut berperan aktif mendukung tugas-tugas BNN.

Bacaan Lainnya

“Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kami membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh instansi pemerintah maupun swasta,” ujar Suyudi.

Menyikapi pelantikan tersebut, mantan anggota MPR RI, Djafar Badjeber, MSi, menyampaikan apresiasinya dan sekaligus menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru di BNN. Menurutnya, tantangan yang dihadapi BNN kini jauh lebih berat dibandingkan masa lalu.

“Peredaran dan penyelundupan narkoba saat ini sudah sangat masif. Modus operandi para bandar semakin canggih dan menyusup melalui berbagai jalur—bandara, pelabuhan, perahu nelayan, bahkan pulau-pulau kecil,” kata Djafar.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun hukuman mati telah dijatuhkan kepada sejumlah pelaku, hal itu belum memberikan efek jera yang signifikan. Oleh karena itu, Djafar menilai langkah Kepala BNN untuk mengajak keterlibatan aktif masyarakat adalah hal yang sangat tepat.

Sebagai mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Djafar juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memerangi narkoba, khususnya dalam menjaga generasi muda.

“Jika data menyebutkan pengguna narkoba mencapai lima juta orang, saya yakin angka riil bisa jauh lebih tinggi. Kita harus aktif mengawasi lingkungan sekitar kita. Orang tua wajib memantau pergaulan anak-anaknya, tokoh agama harus lebih gencar memberikan penyuluhan, dan aparat di tingkat RT-RW perlu terlibat langsung dalam pengawasan,” tegasnya.

Djafar juga mendorong agar aparat penegak hukum menindak tegas para bandar narkoba dan tidak ragu menjatuhkan hukuman maksimal, termasuk hukuman mati, jika diperlukan.

“Narkoba adalah ancaman laten bagi masa depan bangsa. Tidak ada kompromi terhadap para pelaku yang menghancurkan generasi bangsa ini,” pungkasnya.

Dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *