Polres Boltim Tindak Tegas PETI di Nuangan Selatan, Ekskavator Rusak dan 700-an Baket Pengolahan Emas Ditemukan

Kapolres Boltim AKBP Golfriend Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si.

BOLTIM, detikgo.com – Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Tim Resmob Polres Boltim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, IPTU Jerry A Tambunan, S.Tr.K., S.I.K., menggelar operasi penertiban di area perkebunan Desa Nuangan Selatan, Kecamatan Nuangan, pada Minggu (19/7/2026).

Operasi gabungan bersama Unit Tipiter Polres Boltim ini dimulai pukul 10.00 WITA dari Mako Polres Boltim. Setelah menempuh perjalanan terjal menuju titik sasaran, tim tiba di lokasi pada pukul 13.30 WITA.

Bacaan Lainnya

Meski pelaku dan pekerja sempat kabur sebelum petugas tiba, jejak aktivitas ilegal tetap terbongkar. Di lapangan, tim menemukan satu unit ekskavator merk Kobelco berwarna biru dalam kondisi rusak yang ditinggalkan tepat di dekat titik penggalian material. Bukti lain berupa bekas galian segar dan ratusan bak pengolahan emas. diperkirakan mencapai 700-an baket menegaskan bahwa operasi penambangan baru saja dihentikan secara mendadak.

Kasat Reskrim beserta tim segera mendokumentasikan seluruh barang bukti dan kembali ke Mako Polres Boltim untuk menindaklanjuti temuan tersebut sesuai prosedur hukum.

Menanggapi aksi ini, Kapolres Boltim AKBP Golfriend Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., memberikan pernyataan tegas kepada detikgo.com, Senin (20/7/2026). Ia menegaskan bahwa Polres Boltim akan terus bergerak represif terhadap setiap laporan masyarakat terkait PETI. “Kita akan memproses setiap laporan masyarakat apapun itu, baik kaitannya dengan PETI, dan akan menindak tegas jika itu memang dibutuhkan” tegasnya.

AKBP Golfriend menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata terhadap temuan ini. Tim penyidik kini tengah mendalami asal-usul alat berat dan jaringan di balik lokasi PETI tersebut untuk memastikan proses hukum berjalan tuntas. Kapolres juga mengingatkan para pelaku agar tidak mencoba kembali mengaktifkan aktivitas ilegal di wilayah Boltim, karena kepolisian siap mengambil tindakan represif tanpa toleransi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *