SANGIHE, detikgo.com – Perayaan HUT ke-64 tahun Kampung Biru, dirangkaikan dengan prosesi adat Tulude Kampung Biru dan Kampung Malueng, yang dilaksanakan Senin, (23/01/2023).
Acara HUT yang ke-64 tahun mengambil tema yaitu : “Menoleh masa lalu, merajut masa kini, menatap dan meraih masa depan.
Kemeriahan acara sudah mulai terlihat ketika pelaku adat sudah mulai memainkan alat musik Tagonggong, dan acarapun dimulai dengan penjemputan tamu (mendangeng sake) dari unsur pemerintah daerah dan yang mewakili Pj. Bupati yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Drs.Frans Gerson Porawouw,S.IP memasuki tempat acara adat, kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi ritual adat Tulude yaitu Ahau Pamelokang, Mendangeng Tamong Pesunduang, Darumating, Kakumbaede, Menahulending, Menuwang tamo, Sasasa.
Dalam sambutannya Pj. Bupati Rinny Tamuntuan yang dibacakan Kadis PMD Kabupaten Sangihe mengatakan bahwa “Acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang dirangkaikan dengan prosesi adat Tulude, adalah perwujudan dari kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, menjadi sebuah kebersamaan yang utuh dalam pengembangan potensi budaya dimasyarakat. Pemerintah sangat mengapresiasi kebersamaan masyarakat Kampung Biru dan Kampung Malueng secara bersama bisa menciptakan rasa syukur bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Perayaan HUT hari ini adalah sebuah komitmen kebersamaan tercipta sehingga Kampung Biru dan Kampung Malueng bisa semakin maju dan berkembang, dan atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat bersukacita atas Hari Ulang Tahun Kampung Biru yang ke-64 tahun,” tutur Porawouw.
Kapitalaung Kampung Biru, Ikram Makadolang menjelasakan kepada beberapa awak media, bahwa sudah beberapa kali pergantian Kapitalaung tidak ada kesepakatan tentang Hari Ulang Tahun Kampung Biru.
“Sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa pada hari ini bisa dirayakan HUT Kampung Biru, hal ini kami tetapkan melalui forum rapat kampung yang digelar menghadirkan MTK, LPM, Pengurus PKK, Tokoh Agama dan Tokoh Adat, serta Tokoh Masyarakat, sehingga tanggal 23 Januari kami tetapkan sebagai HUT Kampung Biru.” kata Ikram Makadolang.
Lebih lanjut Ikram mengatakan bahwa, “Melibatkan semua unsur masyarakat sehingga pada hari ini kami bisa merayakan syukuran Hari Ulang Tahun Kampung Biru dan Prosesi Adat Tulude yang dilakukan bersama Kampung Biru dan Kampung Malueng. Saya berharap kebersamaan yang tercipta hari ini sebagai refleksi kita kedepan dalam memajukan serta membangun Kampung Biru, selaku Kapitalaung Kampung Biru, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik.” ucap Ikram.
Turut terundang dalam acara tersebut adalah Bupati Kepulauan Sangihe Periode 2012 – 2017, H.R. Makagansa dan saat ditemui awak media ia mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Kampung Biru.
“Acara kali ini sangat luar biasa dengan gotong-royong masyarakat Kampung Biru dan Kampung Malueng, bisa dikemas acaranya menjadi meriah, bayangkan kalau dirupiahkan berapa uang yang harus keluar untuk membiayai acara semacam ini, karena kegotong-royongan inilah menjadi perekat dimasyarakat sehingga bisa berimbas kepada pembangunan desa itu sendiri, dan harapan saya kedepan semoga acara ini bisa dilaksanakan lagi karena Tulude ini adalah sebuah kebersamaan didalam mensyukuri atas anugerah Tuhan yang diberikan Tahun yang berlalu serta meminta Tuhan memberkati daerah kita ini ditahun yang akan datang,” tutur H.R. Makagansa.
Perayaan HUT serta Prosesi Adat Tulude Kampung Biru dan Kampung Malueng dimeriahkan deng Tari Salo, Ampat Wayer, Hadra dan Samra, serta perlombaan Lato-lato.
Selain mantan Bupati Sangihe H.R.Makagansa M.Si, turut hadir juga Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sangihe Michael Thungari, Anggota DPRD Kabupaten Sangihe Jamal Manopo, Frid Stevenson Manopo, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Frans Gerson Porawouw, S.IP, Camat Tabukan Tengah Yusak Karame, S.AP, Kapolsek Tabukan Tengah dan PLH Koramil Tabukan Tengah, Kapitalaung dari kecamatan Tabukan Tenggah, Kapitalaung dari kecamatan Tabukan Utara, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Mantan Kabid Kebudayaan dan Ketua Harian AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kabupaten Sangihe Lukman Makapuas, anggota AMAN kabupaten Sangihe Ryvo Mumba, serta masyarakat pelaku adat setempat. (BENSA).





