BOLTIM, detikgo.com – Pernyataan tegas dilontarkan Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., terkait aktivitas pertambangan menggunakan alat berat skala industri di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Mintu, Kampung Atoga. Menanggapi laporan investigasi detikgo.com mengenai ancaman banjir bandang dan isolasi akses warga, AKBP Golfried secara singkat namun jelas menyatakan, “Kita akan tutup.”
Pernyataan ini disampaikan langsung kepada detikgo.com melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (4/7/2026), tak lama setelah media mengajukan tiga pertanyaan kunci terkait data intelijen kepolisian, langkah preventif Polsek setempat, serta rencana koordinasi lintas sektor untuk menangani operasional tiga unit excavator dan dua dump truck di lokasi tersebut.
Respons cepat dari AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menjadi sinyal positif bagi masyarakat hilir yang selama ini hidup dalam ketakutan. Sebelumnya, warga melaporkan bahwa aktivitas pengerukan masif telah menyebabkan longsoran lumpur tebal hingga membuat sepatu lars tertanam dan memutus jalur setapak. Kondisi sungai yang berubah warna menjadi coklat pekat bahkan saat cuaca panas terik, dinilai sebagai indikator kritis stabilitas tanah yang rapuh (Baca: Lokasi Pertambangan Mintu (Atoga) Boltim Dikeruk Alat Berat: Warga Khawatir Ancaman Banjir Bandang.
“Saat cuaca panas saja lumpur, kayu, dan batu sudah banyak turun ke sungai karena aktivitas pertambangan ini. Bagaimana jika terjadi hujan deras dan berlangsung lama? Kami yang berada di bagian bawah sana bisa hilang tertutup lumpur,” ujar seorang warga terdampak yang meminta identitasnya dirahasiakan, seperti dilansir dalam laporan sebelumnya.
Dengan adanya komitmen penutupan dari Kapolres Boltim, tekanan publik kini beralih pada realisasi tindakan di lapangan. Masyarakat menunggu apakah operasi penertiban ini akan dilakukan secara mandiri oleh kepolisian atau melibatkan Dinas ESDM Boltim serta Pemkab Boltim untuk memastikan legalitas izin dan pemulihan ekosistem hulu sungai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi pelaksanaan penutupan yang dirilis secara publik. detikgo.com akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menantikan konfirmasi tindak lanjut dari Polres Boltim demi menjamin keselamatan warga Atoga dan sekitarnya dari potensi bencana buatan.





