SANANA, detikgo.com – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar kongres ke – IX di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah pengurus wilayah menilai kongres tersebut gagal terlaksana.
Momentum pelaksanaan Kongres IX LMND di Makassar, telah membuka tabir kegagalan gerak Ideologi, Politik dan Organisasi LMND.
Ketua LMND Kota Ternate Sahrul M. Manan mengatakan, kegagalan kongres ke-IX LMND yang dilaksanakan di makasar, hingga sebanyak 13 pengurus EW-LMND kembali membentuk Komite Penyelamat Ideologi, Politik Organisasi (KP-IPO) LMND.
“Kerana pelaksanaan kongres ke 9 itu, telah melanggar prinsip-prinsip organisasi selama di bawa kepemimpinan Asrul dan Adina telah dipadamkan dan dikhianati.
Sebab selama 23 Tahun berdialektika, roh perjuangan sebagaimana tujuan awal LMND didirikan pada tahun 1998-1999 untuk tetap berdiri kokoh dibawa perjuangan rakyat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).
Menurut Sahrul M, LMND sebagai organisasi gerakan yang memiliki kesadaran politik yang maju namun beberapa tahun kebelakangan ini, telah mengelami kemunduran dalam gerakan rakyat.
“Karena Asrul serta Adina telah menggerakkan kepersoalan pragmatism dan subjektifitas, yaitu membawa LMND untuk kepentingan pribadi.
Maka sebagai bentuk penolakan dan upaya menyelamatkan jalannya kongres, 7 kota LMND Maluku Utara mendukung langka 13 pengurus wilayah lainnya, sepakat membentuk komite penyelamatan organisasi.
“Pengurus eksekutif nasional dan wilayah yang tergabung dalam KP IPO LMND) melaksanakan pres rilis telah menyayangkan sikap Ketua Umum Muhammad Asrul yang dinilai bergerak terlalu jauh meninggalkan rakyat disatu sisi, dan juga telah berjalan terbelakang dimana rakyat sudah bergerak maju.
“Oleh karena itu, demi menjaga roh perjuangan LMND maka LMND 7 Kota di malut terus mendukung langka-langka membentuk Komite Penyelamat Ideologi Politik Organisasi LMND,” tambahnya.
Selain itu, ketua kota LMND Kepulauan Sula, Isrudin juga mengungkapkan bahwa ada informasi yang beredar bahwa ada tindakan-tindakan intimidasi dan represi yang dilakukan terhadap kawan sendiri, terlalu sering terjadi.
“Sementara peserta yang adalah anggota dan representasi kolektif yang hadir, terlalu sering dijegal dan dibungkam untuk menyuarakan pendapatnya. Terutama terhadap poin-poin krusial dan prinsip dalam LMND.
Karena pemaksaan kehendak itulah, mendorong, 13 pengurus wilayah LMND memilih untuk tidak melanjutkan jalannya kongres dan bersikap meninggalkan forum kongres berlatar titipan kepentingan.
“Sikap ini kami siarkan, untuk memastikan dan menegaskan bahwa LMND akan terus ada di bawah panji-panji kebenaran, berdasarkan prinsip-prinsip organisasi, berada bersama rakyat tertindas dengan langkah demokratis sesuai konstusi organisasi.
“LMND 7 kota di Maluku Utara yang mendukung diantara, (EK-LMND) Ternate, (EK-LMND) Halbar, (EK-LMND) Halsel dan (EK-LMND) Tidore serta (EK-LMND) Sanana, (EK-LMND) Halut, yang bersepakat dan mendukung Komite Penyelamat Ideologi, Politik & Organisasi LMND,” pintanya. (ic)





