Pemkab Sangihe Evaluasi Layanan Listrik, PLN Siapkan Penguatan Daya dan Distribusi
SANGIHE, detikgo.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan pemadaman listrik yang dikeluhkan warga di berbagai kecamatan. Untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan terarah, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari memimpin rapat koordinasi bersama jajaran PLN UP3 Tahuna, Senin (09/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati meminta pemaparan terbuka terkait kondisi riil sistem kelistrikan di daerah, termasuk penyebab utama pemadaman serta progres perbaikan yang sedang dilakukan. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar penjelasan teknis.

Pihak PLN menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sangihe saat ini masih mengalami defisit daya, diperparah dengan gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem. Ranting dan pohon tumbang yang mengenai jaringan distribusi kerap memicu pemadaman mendadak di sejumlah titik.
Untuk memperkuat pasokan, PLN menyampaikan bahwa tiga unit mesin pembangkit baru untuk PLT Tamako telah disiapkan dan tinggal menunggu proses pengiriman dari Amurang yang sempat tertunda akibat faktor cuaca. Selain itu, satu unit mesin relokasi berkapasitas 500 kWh telah tiba di PLT Petta dan sementara dalam tahap instalasi.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan kecamatan menyampaikan aspirasi warga. Dari Tahuna Barat, muncul sorotan terhadap pemadaman yang terjadi meskipun kondisi cuaca normal. Mereka menilai permasalahan bukan hanya pada keterbatasan daya, tetapi juga pada stabilitas distribusi listrik.
Sementara itu, perwakilan Manganitu Selatan meminta kejelasan penyebab gangguan berulang di wilayahnya dan mendorong inovasi teknis, seperti perlindungan kabel yang lebih tahan terhadap gangguan eksternal. Dari Kendahe, usulan difokuskan pada identifikasi dan penertiban pohon rawan di sepanjang jalur jaringan listrik, serta perlindungan konsumen atas kerusakan peralatan rumah tangga akibat pemadaman tidak terjadwal. Aspirasi penambahan durasi layanan listrik pada malam hari juga turut disampaikan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, PLN menjelaskan bahwa wilayah Manganitu Selatan saat ini masih bergantung pada suplai dari PLT Sawang Tahuna. Apabila terjadi gangguan di jalur distribusi, maka pemadaman sulit dihindari. Namun, setelah tiga mesin baru di Tamako beroperasi, beban suplai akan dibagi untuk meminimalkan risiko gangguan.
PLN menargetkan pada akhir Februari sistem kelistrikan di Sangihe akan lebih stabil seiring pengoperasian tambahan mesin pembangkit tersebut. Upaya ini disebut sebagai bagian dari hasil koordinasi intensif pemerintah daerah dengan pihak PLN sepanjang tahun 2025.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti pada forum rapat semata, tetapi akan terus memantau progres di lapangan hingga masyarakat benar-benar merasakan pelayanan listrik yang andal.
“Listrik adalah kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Kami akan terus mengawal sampai sistem ini benar-benar stabil,” tegasnya.
Langkah evaluatif dan pengawasan yang konsisten ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendasar masyarakat Sangihe.





