SANGIHE, detikgo.com – dr. Rinny Tamuntuan, calon Bupati Kepulauan Sangihe, menghadapi tantangan politik yang tidak mudah. Beberapa lawan politiknya kerap menjuluki beliau sebagai “momo naturalisasi,” sebuah label yang mencoba meragukan keterikatannya dengan masyarakat Sangihe.
Namun, dengan sikap tenang dan tabah, Rinny Tamuntuan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang dilontarkan kepadanya. Ia lebih memilih fokus pada upayanya untuk memajukan Sangihe dan melayani masyarakat dengan tulus.
Rinny Tamuntuan paham bahwa sejarah telah mencatat bahwa Kabupaten Sangihe pernah dipimpin oleh tokoh-tokoh yang bukan asli Sangihe. Kenyataan ini memperkuat keyakinannya bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari asal-usul, melainkan dari ketulusan hati, integritas, dan kemampuan untuk membawa perubahan positif bagi daerah.
Dengan visi yang jelas serta komitmen untuk kesejahteraan masyarakat, Rinny Tamuntuan bertekad menjadikan Sangihe lebih baik tanpa terganggu oleh serangan politik yang tidak substansial.
(BENSA)





