Sekda Kab Minahasa Lynda Watania Pimpin Rombongan FKUB Berkunjung Ke Kemenag RI Di Jakarta

MINAHASA (detikgo.com)- Pemerintah Kab Minahasa lewat Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, Memimpin rombongan dari Dewan Penasehat, dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa dalam Kunjungan Kerja di Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia. Pada Senin(24/6/24, Kemarin.

Rombongan Dari Kab Minahasa yang di bawah oleh Sekda Kab Minahasa Lynda Watania diterima langsung oleh Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama Pusat Kerukunan Umat Beragama, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Dr. Anwarudin Ambary, S.Sos, M.PP. di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Dalam Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan pembicaraan lebih fokuskan pada peningkatan kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Minahasa.

Foto Bersama Sekda Kab Minahasa Dr Lynda D Watania Bersama Rombongan FKUB Kab Minahasa Di Kantor Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI.(Doc Foto : Istimewa)

Sekda Kab Minahasa Dr. Lynda D. Watania dalam pertemuan tersebut menyampaikan berbagai inisiatif serta program yang telah dilakukan oleh FKUB Kabupaten Minahasa dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama. Ia pun juga menekankan bagaimana pentingnya dukungan dari pemerintah pusat untuk terus memperkuat upaya-upaya tersebut, terutama dalam hal pembinaan dan fasilitasi dialog antar komunitas beragama.

Sementara itu, Dr Anwarudin Ambary menyambut dengan positif terkait kunjungan tersebut, dan meberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil oleh FKUB Kabupaten Minahasa.

Ia juga menyatakan, bahwa Pusat Kerukunan Umat Beragama akan terus mendukung penuh, dan bekerja sama dengan berbagai pihak di daerah untuk dapat memelihara serta meningkatkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Diketahui, Kunjungan kerja kali ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama, serta Kab Minahasa dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi daerah lain dalam mengelola kerukunan antar umat beragama di wilayah masing-masing. (Redaksi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *