BOLAANG MONGONDOW – detikgo.com Menyusul beredarnya berita tentang Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kosinggolan yang dimuat oleh http://detikgo.com tertanggal 21 November 2022 (baca: Progress Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi Kosinggolan Berbandrol Miliaran Berjalan Lambat, Ribuan Petani di Bolmong Terancam Merugi), ada fakta menarik terkait faktor penyebab lambatnya progres pekerjaan tersebut.
Dalam percakapan antara http://detikgo.com dan PPK Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Ronald Parengkuan lewat aplikasi WhatsApp, Senin (21/11/2022) terungkap bahwa salah satu penyebab lambatnya progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kosinggolan tersebut adalah karena kinerja Idrus selaku eks Site Manager yang dinilai tidak mampu melaksanakan tupoksinya dengan baik.
“Iya, kami selaku PPK sudah memberhentikan Idrus. Dia salah satu yang menyebabkan proyek ini terlambat. Kerja tidak betul di lapangan. Kalau Ibu kenal (Idrus), sampaikan ke dia. Gara-gara dia juga terlambat pekerjaan ini. PPK yang suruh berhentikan dia, karena kinerja dia yang menyebabkan pekerjaan di lapangan rusak. Jadi saya yang suruh dia berhenti” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Eks Site Manager Idrus yang dihubungi http://detikgo.com, Selasa (22/11/2022) mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Ronald Parengkuan itu terlalu kekanak-kanakan. “Seharusnya Pak Ronald bersikap fair dan jujur menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, bukan malah memberikan alasan yang kekanak-kanakan. Pekerjaan proyek itu tergantung kondisi keuangan. Sebagai seorang yang profesional, kita seharusnya melihat segala sesuatu itu secara komprehensif. Karena ini paket besar. Kita juga harus lihat pelaksananya siapa. Coba nanti Ibu ke lokasi, supaya bisa lihat langsung kondisi di lapangan” terangnya.
Ia pun menyarankan http://detikgo.com untuk mencari informasi terkait pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kosinggolan tersebut kepada para stakeholder dalam hal ini Ketua IP3A (Induk Perkumpulanan Petani Pemakai Air) Suwardi K. Baderan, P3A (Perkumpulanan Petani Pemakai Air), masyarakat, maupun para pekerja proyek.
“Ibu bisa ketemu dengan masyarakat, P3A, Ketua IP3A Pak Wardi, dan para pekerja proyek. Nanti ketahuan jelas, agar diketahui bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi” ujarnya lagi.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa faktor keuangan menjadi salah satu kendala hingga tahapan pekerjaan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang semestinya. “Jadi, melaksanakan proyek itu harus secara komprehensif. Tidak bisa sepihak atau hanya ke satu orang saja. Karena sistem yang bergerak. Mau masukkan Profesor sepintar apapun kalau material on site tidak ada, mau kerja apa?” ujarnya gusar.
Terpisah Ketua IP3A (Induk Perkumpulanan Petani Pemakai Air) Suwardi K. Baderan ketika dihubungi via WhatsApp, Jumat (25/11/2022) menjawab: “Maaf, saya masih di dokter”.





