BANDUNG, detikgo.com – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesa (DPC PERADI) Bandung menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban bencana gempa bumi di kabupaten cianjur.
Ketua DPC PERADI Bandung, H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.H., M.Si, didampingi oleh Wakil Ketua Giri Trimara, S.H., M.H dan bersama anggota Dewan Pakar lainnya seperti Dr. Darwin Pane, S.H.,
M.H, Dr. L. Alfies Sihombing, S.H., M.H., M.M., CPR., CLA., M.I.Kom., CTLC., C.Med., ACIArb., dr. Dr. Yeni Nuraeni, S.H., M.H., MMRS., CTLC., C.Med., ACIArb. serta 31 anggota lain.
Ketua DPC PERADI Bandung, H. Yovie Megananda Santosa mengatakan, bahwa PERADI sangat cepat merespon bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur dengan menyalurkan bantuan logistik lengkap dan mengunjungi posko bantuan di daerah yang terdampak bencana alam.
“Bantuan logistik yang disalurkan kepada para korban bencana alam terdiri dari beras, minyak goreng, sardines, mie instan, susu, biskuit, telor, dan air mineral,
Selain itu, ada juga berupa obat-obatan, vitamin, pembalut wanita, popok bayi serta uang tunai untuk keperluan posko dapur lapangan POMDAM III Siliwangi di Kabupaten Cianjur,” ujarnya kepada wartawan, Detikgo. Com melalui via WhatsApp, Jumat (25.11/2022)
Menuru, Ketua PERADI bahwa pihanya juga turut prihatin atas musibah gempa di Cianjur yang mengakibatkan 310 orang meninggal dunia dan ribuan orang luka-luka serta kehilangan tempat tinggal.
“Kiranya dengan bantuan ini, bisa dapat meringankan beban para keluarga korban gempa dan besar harapan kami bahwa Cianjur mampu cepat bangkit dari bencana yang telah terjadi,” tendesnya.
Terpisah ditambahkan oleh, Dr. Musa Darwin Pane, S.H., M.H menyatakan bahwa ini telah nyata membuktikan advokat PERADI Bandung memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang perlu dipupuk, semoga saja kegiatan ini menjadi kebiasaan yang baik bagi di kalangan advokat.
“Tambahan salut kepada Ketua Peradi Bandung Bang Haji YMS yang berhasil menggalang dana dan memotivasi rekan-rekan advokat.
Ia juga menyebut, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan magnitudo (M) 5.6 SR pada Senin (21/11) lalu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.
“Saat ini pemerintah pusat dan daerah fokus dalam melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi masyarakat terdampak,” pintanya. (hms/ic).





