Henry Kaitjily Ajak Stakeholders Perkuat Sinergitas untuk Membangun Pariwisata Sulawesi Utara

MINUT, detikgo.com – Pelatihan Pengelolaan Daya Tarik Wisata oleh Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dilaksanakan di Novotel Golf Resort & Convention Center Manado pada 15-16 Februari 2022 usai sudah.

Kegiatan yang resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Henry Kaitjily ini menghadirkan Prof. Winda Mingkid (akademisi dan praktisi pariwisata), Wawan Ode (Ketua POKDARWIS Desa Pamuteran Bali) dan Reza Permadi (Atourin) sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Henry Kaitjily menyampaikan apresiasinya kepada Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas komitmennya dalam mengembangkan SDM Pariwisata di Sulawesi Utara melalui berbagai kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM di Sulawesi Utara.

Secara khusus Henry Kaitjily juga menyampaikan terima kasih kepada Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) sebagai koordinator pendamping desa wisata yang terus konsisten berperanserta melaksanakan berbagai program pendampingan pengembangan desa-desa wisata di Sulawesi Utara.

Henry Kaitjily mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan hal utama yang sangat diperlukan dalam pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara yang pelaksanaannya harus seiring sejalan dengan pembangunan infrastruktur.

Disampaikannya, sasaran utama dari kegiatan pengembangan sumber daya manusia ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi prioritas dan daerah penyangga. Dirinya berharap, nantinya peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan melalui kegiatan pelatihan untuk memaksimalkan pengelolaan potensi wisata sekaligus memberdayakan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pembangunan pariwisata di Sulawesi Utara merupakan tugas dan tanggungjawab bersama, karenanya Henry Kaitjily mengingatkan POKDARWIS, BUMDes, Pemerintah Desa, dan masyarakat di desa wisata untuk terus memperkuat sinergitas dengan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders pariwisata sehingga dapat menyelaraskan visi dan misi demi terwujudnya pariwisata hebat di Sulawesi Utara.

Henry Kaitjily sangat menyesalkan keberadaan segelintir oknum yang bertindak bak ‘pahlawan kesiangan” yang menegaskan diri sebagai pihak yang paling berjasa atas pencapaian pembangunan pariwisata di destinasi wisata tertentu tanpa mengingat peran-serta dan kerja keras stakeholders yang lain.

“Tanpa kekompakan dan kerjasama yang baik diantara seluruh stakeholders, pembangunan pariwisata mustahil dapat terwujud. Terus berkembang, terus berbenah. Mari kita sama-sama membangun pariwisata Sulawesi Utara” pungkasnya.

Materi-materi menarik seperti Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Secara Berkelanjutan; Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Konservasi Alam, Budaya dan Masyarakat; serta Penyusunan Paket Wisata dan Digital Marketing yang dibawakan oleh ketiga narasumber diikuti dengan sangat antusias oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari desa wisata Pulisan, Marinsow, Kinunang, Kalinaung, Wineru, Tumaluntung, Budo, Palaes, KPA Likupang dan ASIDEWI SULUT sebagai koordinator.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam sambutannya saat meninjau kegiatan ini berharap agar pelatihan yang bertujuan untuk reskilling dan upskilling SDM pariwisata ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha pariwisata di Sulawesi Utara untuk membangkitkan perekonomiannya.

Sandiaga Uno memastikan akan mendatangkan dan memfasilitasi investor untuk mengembangkan Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang-Manado. Menurutnya, kedatangan para investor dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat, mengingat DSP Likupang-Manado memiliki potensi parekraf yang besar.

Sandiaga Uno yang saat itu mengenakan pakaian adat Minahasa mengungkapkan kebanggaannya menggunakan produk salah satu UMKM yang ada di Minahasa Utara itu.

“Ini benar pakaian adat Minahasa kan, ya?” ujarnya sambil tersenyum memastikan saat sesi foto bersama.

Terpisah, Ketua ASIDEWI SULUT Christian Tambingon menyatakan kesiapannya untuk terus memajukan pariwisata Sulawesi Utara melalui kegiatan pendampingan desa wisata. (Yolanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *