MINAHASA (detikgo.com)– Pemerintah Kabupaten Minahasa mendorong pemanfaatan sains, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI SAINTEK) Tahun 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program BESTARI SAINTEK Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, peneliti, kelompok tani, pemuda hingga masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penerapan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Manado (Unima), khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, bersama Ketua Tim Peneliti Program BESTARI SAINTEK, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si, serta seluruh tim peneliti dan mitra yang telah memilih Minahasa sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program.

Menurut pemerintah daerah, BESTARI SAINTEK merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem masyarakat yang mengedepankan sains, teknologi, inovasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Program BESTARI SAINTEK diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati Minahasa.

Pemkab Minahasa menekankan agar hasil penelitian dan pengembangan teknologi tidak berhenti di lingkungan akademik. Inovasi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata di lapangan sehingga memberikan manfaat langsung bagi petani, kelompok masyarakat, pemuda, pelaku usaha hingga pemerintah desa.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga mengajak kelompok tani dan masyarakat untuk terbuka terhadap berbagai inovasi di sektor pertanian.

Pemanfaatan teknologi dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hasil pertanian, sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain mendorong inovasi di sektor pertanian, Pemkab Minahasa terus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
Gerakan menanam di pekarangan yang dilakukan secara sederhana diyakini dapat memberikan dampak lebih besar apabila dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Sosialisasi dan penyamaan persepsi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, kelompok tani, pemuda, dan masyarakat.
Pemerintah berharap sinergi tersebut dapat melahirkan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat guna dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat, Program BESTARI SAINTEK 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Minahasa yang semakin maju, mandiri, produktif, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan jajaran Universitas Negeri Manado, Tim Peneliti Program BESTARI SAINTEK, para mitra utama dan pendukung, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kelompok Tani Tumaar Ne Pemuda, Reportase Kawanua, para camat, lurah, serta undangan dan peserta kegiatan.
Kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI SAINTEK) Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa kemudian secara resmi dibuka.
Pemkab Minahasa mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berinovasi agar pelaksanaan program tersebut tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)





