Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa KKN-PPM UGM Seri Bunaken 2025 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan sosialisasi kepada masyarakat umum, tetapi juga memberikan perhatian besar kepada anak-anak dan remaja. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Bunaken English Club: English for Economic Empowerment yang dipimpin oleh Christansya Eliora Manossoh, mahasiswa Ilmu Ekonomi UGM angkatan 2022.
Bunaken memiliki potensi ekonomi yang besar sebagai destinasi wisata internasional. Peluang berkembangnya bisnis perhotelan, keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pariwisata, hingga wirausaha lokal terbuka luas. Namun, sayangnya, pendidikan, terutama pendidikan bahasa Inggris, masih sangat terbatas. Saat ini, banyak sekolah dasar di wilayah Bunaken belum memiliki guru bahasa Inggris. Padahal, kemampuan bahasa Inggris menjadi kunci penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Melihat banyaknya turis asing yang datang ke Bunaken, saya merasa anak-anak di sini seharusnya bisa punya bekal berbahasa Inggris agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam ekonomi lokal,” ucap Christansya.
Melihat urgensi tersebut, tim KKN-PPM UGM menginisiasi program pengajaran bahasa Inggris yang juga merupakan aspirasi dari masyarakat lokal, termasuk Andre Fredly Laale, Kepala Seksi Lingkungan Kecamatan Bunaken, Kota Manado.
Program ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pendidikan
dan memperkuat kapasitas anak muda agar mampu mengambil peran dalam sektor ekonomi lokal.
Program ini terdiri dari empat sesi: dua sesi dilaksanakan di sekolah bagi siswa SMP kelas 8, sementara dua sesi lainnya dilakukan di rumah untuk siswa SD kelas 3 hingga 5 agar suasananya lebih intim dan pembelajaran lebih mendalam.
Selama sesi berlangsung, peserta belajar dua topik utama: Introducing Yourself dan Welcoming Tourists in Bunaken. Di sesi-sesi ini, mereka mempelajari dasar-dasar tata bahasa seperti pronouns dan prepositions, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan membaca dan pengucapan. Pendekatan yang digunakan adalah student centered learning, di mana fokus pembelajaran
diarahkan pada kebutuhan, minat, dan partisipasi aktif siswa. Materi disampaikan secara visual melalui PowerPoint, diselingi kuis singkat, dan penggunaan flash card untuk membuat
suasana belajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran juga digamifikasi dengan membagi kelas ke dalam beberapa tim yang bekerja sama untuk menjawab soal-soal.
“Saya ingin anak-anak Bunaken tahu bahwa mereka juga bisa bersaing dan percaya diri menyambut tamu dari seluruh dunia. Pendidikan adalah awal dari keberdayaan,” ucap mahasiswa asli Manado ini dengan penuh semangat.
Program ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bahasa Inggris anak-anak Bunaken.
Harapannya, dengan keterampilan dasar ini, mereka dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan dan turut serta dalam pengembangan ekonomi daerah mereka sendiri.
Penulis: Christansya Eliora Manossoh





