MINAHASA (detikgo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi mengeluarkan peringatan kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino 2026. Seluruh masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dipicu musim kemarau panjang, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, penurunan kualitas udara, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan. Kemarin, Senin, 3 Agustus 2026.
Bupati Kab Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP. bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP. menginstruksikan masyarakat agar segera mengambil langkah pencegahan dengan menghemat penggunaan air, tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta memastikan penggunaan kompor gas dan instalasi listrik dilakukan secara aman untuk mencegah kebakaran.
Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker ketika kualitas udara menurun akibat debu, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki penyakit penyerta. Pemkab juga menginstruksikan camat, hukum tua, lurah, hingga perangkat desa dan kelurahan memperkuat sosialisasi serta menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai sarana komunikasi yang tersedia.
Pemkab Minahasa menegaskan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah menjadi kunci meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau. Penyampaian informasi secara cepat dan merata diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kebakaran maupun bencana lain yang berpotensi muncul akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat yang menemukan kejadian bencana diminta segera melapor kepada BPBD Kabupaten Minahasa atau Dinas Pemadam Kebakaran dengan menyertakan lokasi, jenis kejadian, identitas pelapor, dan dokumentasi di lapangan agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (M.G Pande-Iroot)





