Kelurahan Alungbanua di Bunaken Kepulauan, Kota Manado merupakan wilayah pesisir yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan, menyimpan potensi perikanan yang melimpah. Namun, selama ini sebagian besar hasil tangkapan hanya diolah sebatas kebutuhan rumah tangga.
Melihat peluang besar untuk meningkatkan nilai jual produk perikanan lokal, Tim KKN-PPM UGM Seri Bunaken 2025 menginisiasi Program Sosialisasi Pembuatan Sumpia Ikan sebagai bentuk diversifikasi olahan ikan tangkapan nelayan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (27/07/2025) di salah satu rumah warga yang menjadi lokasi pertemuan ibu-ibu Kolom Ibu Gereja GMIM Alungbanua. Suasana hangat dan akrab terasa sejak awal kegiatan. Masyarakat disambut dengan pemaparan mengenai potensi ikan tangkapan lokal, khususnya ikan tuna, serta peluang pengembangannya menjadi produk bernilai jual tinggi.
Dalam sesi pelatihan, masyarakat diajarkan secara langsung proses pembuatan abon ikan tuna sebagai isian sumpia, teknik menggulung, mengemas, dan menggoreng agar hasilnya renyah dan menarik, hingga strategi sederhana memasarkan produk.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal bagi ibu-ibu untuk mengolah hasil tangkapan sendiri menjadi produk yang tahan lama, enak, dan laku dijual. Sumpia ikan ini bisa menjadi oleh-oleh khas Alungbanua,” ungkap Kintan Rahmasari mahasiswi Teknologi Hasil Perikanan selaku penanggung jawab program kerja.
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta terkait potensi pasar produk perikanan olahan. Masyarakat mengaku terinspirasi untuk memulai usaha skala rumah tangga, sehingga ikan hasil tangkapan tidak hanya dihidangkan sebagai lauk, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah karena sumpia ikan memiliki rasa yang gurih serta memiliki daya simpan cukup lama.
“Dari yang awalnya hanya tahu makan ikan segar, sekarang kami jadi tahu cara bikin olahan yang bisa disimpan lama dan dijual. Senang sekali bisa belajar bersama,” ujar salah satu warga dengan antusias.
Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat terus berkembang, sehingga peluang usaha dan pendapatan masyarakat pesisir pun semakin meningkat. Program sederhana ini menjadi bukti bahwa inovasi kecil di dapur rumah bisa menjadi langkah besar menuju kemandirian ekonomi keluarga nelayan.
Penulis: Kintan Rahmasari





