MINAHASA (detikgo.com)– Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Minahasa Tahun 2025–2029, yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati, Kemarin, Selasa (27/5/2025).
Acara ini dihadiri unsur Forkopimda Minahasa, Rektor Unima, Direktur IPDN, jajaran Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, para camat, serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan penting dan strategis ini, karena kemiskinan merupakan persoalan global yang juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” kata Vanda Sarundajang dalam sambutannya.

Vanda menegaskan bahwa penyusunan dokumen RPKD menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun dan mengimplementasikan kebijakan serta program-program penanggulangan kemiskinan secara terarah dan berdampak nyata.
Target Turunkan Kemiskinan hingga di Bawah 1 Persen

Berdasarkan data Kabupaten Minahasa dalam Angka 2024, jumlah penduduk miskin saat ini tercatat sebanyak 22.780 orang atau 6,53% dari total populasi. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 23.860 orang atau 6,87%.
“Penurunan ini merupakan hasil kerja keras kita semua dalam melaksanakan berbagai program kesejahteraan sosial dan ekonomi,” ujar Vanda.
Dalam dokumen RPJPD Minahasa 2025–2045, ditargetkan tingkat kemiskinan di Minahasa akan turun menjadi 4% pada 2029, dan mencapai 0,05–0,55% pada 2045.
Pentingnya Pendekatan Berbasis Data dan Kolaboratif

Vanda menekankan bahwa tantangan dalam menanggulangi kemiskinan sangat besar, sehingga penyusunan RPKD harus dilakukan berbasis data yang akurat dan perencanaan yang matang.
“Setiap program harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat miskin. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah, butuh kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan RPKD merupakan amanat dari Permendagri Nomor 53 Tahun 2020 tentang tata kerja tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) di daerah.
“Saya percaya dengan komitmen dan sinergi kita bersama, kita bisa menyusun RPKD yang berkualitas untuk mewujudkan masyarakat Minahasa yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (RED)





