Firman Hidup Di Tepi Pantai: 11 Fragmen Alkitab Warnai Ibadah Tamasya GMIST IMANUEL Petta

Aksi teatrikal jemaat GMIST IMANUEL Petta (Bensa/detikgo.com)

SANGIHE, detikgo.com – Jemaat GMIST IMANUEL Petta menggelar kegiatan ibadah tamasya di Pantai Pananualeng, Kecamatan Tabukan Tengah, pada Senin (12/05/2025). Kegiatan ini menjadi momen penuh sukacita yang bertujuan mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat pelayanan di antara jemaat.

Ibadah tamasya ini merupakan bagian dari program kerja bidang Misi, yang telah ditetapkan dalam keputusan rapat tahunan Majelis Jemaat GMIST IMANUEL Petta. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh antusiasme warga jemaat.

Bacaan Lainnya
Ketua MPJ Pdt. Ruben Kaburito, S.Th., larut dalam puji-pujian bersama jemaat (Bensa/detikgo.com)

Acara diawali dengan pujian dan doa bersama, diikuti oleh penampilan 11 fragmen pendek dari Kelompok Warga Pelayanan (KWP), yang membawakan lakon dari 11 topik cerita Alkitab. Setiap kelompok menampilkan interpretasi firman Tuhan secara kreatif, menyentuh, dan membangun, sekaligus memperkaya pengalaman rohani jemaat dalam format yang lebih hidup.

Sekretaris Jemaat, Ibu Amelia Kansil, M.Pd, saat diwawancarai oleh media https://detikgo.com menyampaikan bahwa kegiatan ini didorong oleh kerinduan untuk menghadirkan suasana ibadah yang kreatif dan menyegarkan.

Sekrtaris MPJ, Amelia Kansil, M. Pd., menjadi pengarah kegiatan Ibadah Tamasya (Bensa/detikgo.com)

“Ibadah tamasya ini merupakan program bidang Misi yang tertuang dalam keputusan rapat tahunan majelis jemaat. Kami rindu menghadirkan suasana kebersamaan dengan model ibadah yang kreatif, di mana setiap pujian disampaikan secara bergilir oleh tiap kelompok, dan ada 11 topik cerita Alkitab yang dilakonkan oleh 11 kelompok,” jelas Amelia Kansil.

Amelia Kansil juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pemulihan dan penguatan mental-spiritual bagi jemaat.

“Kami bisa melihat bersama bahwa jemaat menikmati, larut dalam sukacita dan kegirangan dan mengamini kata firman: hati yang gembira adalah obat. Kegiatan ini menjadi satu bentuk healing bagi jemaat. Dan tentu, kami sangat bersyukur serta berterima kasih atas keterlibatan aktif seluruh jemaat dalam giat ini,” tambahnya.

Ketua MPJ GMIST IMANUEL Petta, Pdt. Ruben Kaburito, S.Th., juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa ibadah bukan hanya berlangsung di dalam gedung gereja. Di tengah alam ciptaan Tuhan, kami belajar menikmati kebersamaan, memperkuat persekutuan, dan menjangkau jemaat secara lebih luas. Ini juga menjadi bentuk pelayanan kontekstual yang membawa firman Tuhan hidup dalam keseharian,” ungkap Pdt. Kaburito.

Selain ibadah dan fragmen, kegiatan tamasya juga diisi dengan berbagai tarian ampat wayer, dan makan bersama yang menambah kehangatan dan keceriaan. Jemaat dari berbagai usia tampak terlibat aktif dan menikmati setiap momen yang ada.

Kegiatan ini ditutup dengan doa syukur dan jemaat membawa pulang semangat baru dalam melayani serta kebersamaan yang semakin erat di antara jemaat GMIST IMANUEL Petta.

(BENSA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *