SANGIHE, detikgo.com – GMIST Jemaat Imanuel Petta menggelar ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia. Ibadah yang merupakan bagian dari rangkaian Trihari Suci sebelum Hari Raya Paskah ini dilaksanakan pada Jumat (18/04/2025) pukul 09.30 WITA dan dipimpin oleh Pdt. R. Mardesa, M.Th.
Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, jemaat mengikuti ibadah dengan penuh rasa syukur dan perenungan yang mendalam. Ibadah juga dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus yang diikuti oleh seluruh jemaat serta anggota sidi baru, yang untuk pertama kalinya mengambil bagian dalam perjamuan sebagai simbol kedewasaan iman mereka.

Pendeta Mardesa dalam khotbahnya menekankan makna terdalam dari penderitaan dan kematian Kristus di kayu salib.
“Karya penebusan Tuhan adalah demi keselamatan umat manusia. Karena itu, pengorbanan Kristus harus selalu menjadi refleksi iman kita dalam menjalani hidup setiap hari,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Jumat Agung bukan hanya tentang duka, tetapi juga tentang kasih dan kemenangan.
“Yesus rela menderita dan mati bukan karena kelemahan, tetapi karena kasih. Salib adalah lambang kekuatan cinta yang sanggup mengalahkan dosa dan kematian. Kita dipanggil untuk meneladani kasih itu dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Momen Perjamuan Kudus menjadi bagian paling sakral dalam ibadah ini dimana Jemaat menerima roti dan anggur yang dilayani oleh Majelis Pekerja Jemaat (MPJ), sebagai lambang tubuh dan darah Kristus, dan sebagai bentuk pengakuan iman dan komitmen hidup baru dalam Kristus.
Para sidi baru yang baru diteguhkan pada pekan sebelumnya tampak penuh haru saat ikut serta dalam Perjamuan Kudus untuk pertama kalinya.
“Kami sangat bersyukur bisa mengambil bagian dalam perjamuan ini. Rasanya seperti benar-benar diterima sebagai bagian penuh dari tubuh Kristus,” ujar Airin Angow salah satu sidi baru dengan penuh haru.
Ibadah juga diisi dengan lagu-lagu pujian bertema pengorbanan, yang semakin menguatkan suasana reflektif dan spiritual.
Melalui ibadah Jumat Agung ini, GMIST Jemaat Imanuel Petta berharap setiap anggota jemaat semakin memahami kedalaman kasih Tuhan dan mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Paskah, sebagai lambang kebangkitan dan kemenangan iman.
(BENSA)





