SANGIHE, detikgo.com – Peristiwa wafatnya Isa Almasih atau Wafat Yesus Kristus merupakan salah satu peringatan penting bagi umat Kristiani dalam menghayati dan memperingati penderitaan Kristus dalam penebusan umat manusia, dan dengan penuh khidmat Jemaat GMIST Imanuel Petta Kecamatan Tabukan Utara, melakukan Ibadah Juma’at Agung sekaligus perjamuan kudus, Jumat (07/04/2023).
Ibadah Jumat Agung dipimpin oleh Pdt. Efraim Diamanis, Mth., dan dihadiri begitu banyak Jemaat GMIST Imanuel Petta. Dalam khotbahnya ia (Efraim-red) mengatakan bahwa Yesus disalibkan melalui proses pengadilan atas desakan banyak orang untuk menghakimi Yesus yang tidak bersalah.
“Pemimpin-pemimpin pada saat itu tahu bahwa Yesus tidak bersalah, Dia tidak melakukan kejahatan tetapi kenapa Dia tetap di salib ?, Menyalibkan kebenaran, membebaskan kejahatan, pengadilan yang dilakukan pada saat itu adalah pengadilan yang dipaksakan karena desakan orang banyak,” kata Efraim Diamanis.
Lebih lanjut Dimanis mengatakan bahwa “Yesus menerima siksaan tetapi dengan rendah hati Dia memaafkan mereka yang mengadili dan menyalibkanNya di kayu salib, apakah kita sebagai manusia sanggup memaafkan sesama apabila disakiti oleh orang lain ?. Inilah sebuah pelajaran kasih dari penyaliban Kristus, bahwa Yesus Kristus memaafkan orang-orang yang menyalibkanNya. Kristus memberikan tubuhnya disiksa dan mengalami kematian dan bangkit, agar kita memperoleh hidup dan keselamatan, disinilah kita sebagai manusia harus menghayati betapa menderitanya Dia menanggung siksa agar kita memperoleh keselamatan, “ungkap Diamanis.
Kematian Kristus bertujuan agar orang percaya memperoleh hidup, dan keselamatan bersama Kristus di Sorga kekal.
“Dalam menghayati perjalanan penderitaan Kristus pada waktu itu supaya kita bisa merefleksikan kehidupan kita, sebagai umat yang percaya yang mampu memberikan maaf kepada sesama, walaupun terasa sakit tetapi marilah kita memandang salib Kristus, pasti akan menjadi ringan dengan memandang Kalvari, karena sebuah kepastian keselamatan yang diberikan Tuhan dari sebuah penebusan di kayu salib. Salib Kristus dapat mengubahkan kita semua untuk masuk ke dalam kehidupan kekal di sorga.” pungkas Efraim Diamanis mengakhiri khotbahnya.
Turut hadir dalam ibadah menghayati dan mengenang Jumat Agung Jemaat Imanuel Petta, serta Perjamuan Kudus, yaitu Ketua Jemaat Imanuel Petta, Ruben Kaburito, S.Th., seluruh MPJ GMIST Imanuel Petta, dan sekira 500 orang jemaat mengikuti dengan hikmat ibadah Juma’at Agung dan Perjamuan Kudus tersebut. *(Bensa)*





