MINAHASA (detikgo.com) — Ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Shalom Wolaang berlangsung penuh sukacita di Gedung Gereja GGP Shalom Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Pekan Kemarin, Jumat (7/8/2026).
Perayaan tersebut dirangkaikan dengan HUT ke-53 Gembala Jemaat GGP Shalom Wolaang, Pdt. Audy Wungkar, M.Th., yang juga dipercaya mengemban amanah sebagai Hukum Tua Desa Wolaang.

Momentum tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Bupati dan Wakil Bupati Minahasa diwakili Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Minahasa, Arnold Siby, S.E.
Hadir pula Camat Langowan Timur Ruland Jeffry Massie, S.E., Kapolsek Langowan IPDA March Faldry Makaampoh, S.H., M.H., bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan.
Pemkab Minahasa Apresiasi 42 Tahun Pelayanan
Dalam sambutan tertulis Bupati Minahasa yang dibacakan Arnold Siby, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi atas perjalanan 42 tahun pelayanan GGP Shalom Wolaang yang dinilai konsisten memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
Pemkab berharap momentum pertambahan usia pelayanan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jemaat untuk semakin bertumbuh dalam iman, dewasa dalam kasih dan semakin setia menjalankan pelayanan.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada Pdt. Audy Wungkar yang memasuki usia ke-53 tahun.
“Kiranya Tuhan melimpahkan kesehatan, hikmat, dan kekuatan dalam menjalankan panggilan sebagai hamba Tuhan sekaligus pemimpin pemerintahan desa,” ujar Arnold saat membacakan sambutan Bupati.
Gereja Didorong Terus Jadi Mitra Pemerintah
Menurut Pemkab Minahasa, perjalanan 42 tahun pelayanan GGP Shalom Wolaang tentu tidak lepas dari berbagai dinamika dan tantangan. Namun, penyertaan Tuhan diyakini menjadi kekuatan yang membuat jemaat tetap bertahan dan bertumbuh hingga saat ini.
Pemerintah juga menilai gereja memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada pembinaan kehidupan rohani jemaat. Gereja turut berperan dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan serta mendukung terciptanya stabilitas di tengah masyarakat.
“Gereja dinilai memegang peran strategis tidak hanya dalam pembinaan rohani, tetapi juga memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas daerah,” kata Arnold.
Karena itu, seluruh jemaat diajak terus menjaga persatuan sekaligus mengambil bagian dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Minahasa.
Pelayanan dan Pengabdian Berjalan Beriringan
Peran ganda Pdt. Audy Wungkar sebagai gembala jemaat sekaligus Hukum Tua Desa Wolaang juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam momentum tersebut.
Pemkab Minahasa berharap sinergi antara pelayanan keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat dapat terus memberikan dampak positif bagi kehidupan warga Desa Wolaang.
“Sinergi antara pelayanan mimbar rohani dan pengabdian masyarakat yang dijalankan Pdt. Audy Wungkar diharapkan terus membawa dampak positif, kedamaian, serta kemajuan yang nyata bagi Desa Wolaang,” tandasnya.
Ibadah syukur kemudian ditutup dengan doa bersama bagi keberlanjutan pelayanan GGP Shalom Wolaang serta kemajuan Desa Wolaang. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.(MGP)





