MANADO, detikgo.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus membuktikan komitmennya untuk memperkuat ekosistem kemitraan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha industri di Sulawesi Utara. Dalam rangka memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman berharga antara unsur pentahelix di Sulawesi Utara (satuan pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, komunitas, media massa), Konsorsium Pendidikan Vokasi Sulawesi Utara melaksanakan Kegiatan Business Matching (diskusi panel dan pameran produk inovasi) Regional Sulawesi Utara, Senin (24/6/2024) di Ballroom Ratulangi 1 lt.6 The Sentra Hotel Manado.

Kehadiran Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Utara Elvira Katuuk, ST, MM, yang mewakili Gubernur Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E. untuk menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Business Matching Politeknik Negeri Manado menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi bisnis dan pengembangan industri di daerah ini.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Manado Dra. Maryke Alelo, MBA mengatakan bahwa Business Matching yang bertujuan untuk mempertemukan pelaku usaha (Dunia Usaha Dunia Industri atau DUDI) dengan mitra pendidikan, yaitu satuan pendidikan vokasi (LPK, SMK, Akademi, dan Politeknik) di Sulawesi Utara ini merupakan bagian dari program riset “Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah” yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dikatakan bahwa acara yang juga menekankan pentingnya “Merdeka Belajar” sebagai sebuah inisiatif nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat ekosistem kemitraan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha industri di Sulawesi Utara,” ucap Dra. Maryke Alelo., MBA.
Peserta yang terdiri dari sejumlah perwakilan industri dan komunitas bisnis lokal ini kemudian terlibat dalam sesi diskusi mendalam antara pelaku usaha industri dan satuan pendidikan vokasi untuk penjajakan potensi kerja sama. Diskusi yang menghadirkan beberapa narasumber seperti: Dra. Maryke Alelo, MBA., Direktur Politeknik Negeri Manado; Alan F. Koropitan, PhD, Akademisi/Tim Pakar Dit. Mitras DUDI; Drs. Joie B. Oroh, Keynote Speaker; Novi Zulkarnain, Analis Kebutuhan Tenaga Kerja Industri, Mitras DUDI; Meidhi Alkibzi, S.IP., M.Si., Ketua Tim Kerja Program, Data, dan Evaluasi, Dit. SMK; Gaspar. E. Subah, SE, Manajer Keuangan PT. IKI; Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd, Regional Officer 1000 Startup Digital; dan Pingkan Natalia Mandagi, S.Ds, Ketua DPW 3 Insan Pariwisata Indonesia (IPI)/Analis Kebijakan Muda Dispora Prov. Sulawesi Utara ini tidak hanya memperkuat hubungan antarbisnis lokal, tetapi juga membuka pintu bagi peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Utara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polimdo dengan pelaku usaha industri dan bisnis. Penandatanganan MoU yang menjadi salah satu agenda penting dalam acara ini dipandu langsung oleh Ketua Tim Konsorsium Pendidikan Tinggi Vokasi Sulawesi Utara Stevie Kaligis, SE.,AK.,MM.,CA., dan Yollanda Lagarens, M.Hum yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi antara dunia pendidikan dan industri, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Setidaknya ada 43 pelaku usaha industri dan bisnis yang tercatat melakukan penandatanganan MoU dengan Politeknik Negeri Manado, diantaranya: Komunitas Likupang Raya; Asosiasi Pondok Wisata Indonesia (APWISINDO) Sulawesi Utara; Hotel Granpuri Manado; PT. Media Detikgo Indonesia; Pondok Wisata Noah; Hotel Bahari Family; PT. Bahari Multi Usaha; Ramantha Kitchen; Restoran Bulgogi; Wawu Cemilan; Casabaio Paradise Resort; Bank Sampah Induk Likupang; Kacang Tore Winuri; Yama Resort; Desa Wisata Arung Jeram Timbukar; Rumah BUMN Telkom Airmadidi; Badan Penyelemat Wisata Tirta (BALAWISTA) Sulawesi Utara; Little Hotelier; Luwansa Hotel & Convention Center; Manado Scuba; Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Sulawesi Utara; IT Center; Manado Rafting; Rumah Alam; PT. Samudera Mandiri Sentosa; Satu Tampa Jo; Universitas Teknologi Sulawesi Utara; UMKM Bakso Ikan Tista; 79 House; XO Cafe; Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Utara; dan PT. Industri Kapal Indonesia.





