Waketum DPP Partai Hanura Djafar Badjeber Menyikapi Terkait Wacana Menggunakan Hak Angket

JAKARTA (detikgo.com)- Wakil Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) H Djafar Badjeber MSi menanggapi terkait bergulirnya Isue Penggunaan Hak Angket. Jumat, 23 Febuari 2024.

Benarkah Wacana Penggunaan Hak Angket telah memasuki Tahap Serius? Ini tanggapan Politisi Nasional Hanura Djafat Badjeber saat menghubungi redaksi detikgo.com.

Bacaan Lainnya

Dalam satu pekan terakhir, wacana menggelar Hak Angket oleh DPR RI mencuat ke permukaan. Meskipun diatur dalam Undang-undang No. 17 Tahun 2014 Tentang MD3, hak tersebut jarang sekali digunakan oleh DPR RI, dengan contoh terakhir adalah Hak Angket terhadap Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang dipimpin oleh Bachtiar Chamsah dari Fraksi PPP.

Namun, muncul pertanyaan yang tak terhindarkan: apakah Fraksi PDI Perjuangan, meskipun partai PKB, partai Nasdem, dan partai PKS sepakat untuk mengusulkan Hak Angket, benar-benar siap untuk menggerakkan inisiatif tersebut? Tidaklah mudah, mengingat akan melibatkan banyak pihak dan memerlukan kesepakatan antar Fraksi yang jumlah anggotanya berbeda, Kata Mantan Anggota MPR RI Periode 1987-1992.

Menurut Prof. Jimly Asshiddiqie, wacana Hak Angket saat ini hanyalah gertak politik, sementara waktu yang tersisa sekitar 8 bulan dinilai tidak cukup untuk membahasnya. Belum lagi, tahapan Hak Angket akan memicu banyak perdebatan dan argumentasi, serta berpotensi berujung pada pemakzulan presiden.

Jadi, sementara Fraksi-fraksi yang terlibat bersedia mengusulkan Hak Angket ini dengan berani, Presiden Joko Widodo tentunya punya strategi yang tangguh untuk menahan upaya-upaya yang mengancam kewibawaannya, Ujar Djafar Badjeber.

Menururnya, dalam konteks ini, tidaklah mengherankan jika wacana Hak Angket ini berakhir sebagai mati suri, setidaknya bagi sebagian pihak yang cermat dalam mengamati dinamika politik Tanah Air, kata Badjeber.

Tidak mudah menggunakan Hak Angket, sedangkan Presiden Joko Widodo adalah Presiden pilihan Rakyat. Dan dua kali Pilpres Menang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia.

Djafar Badjeber Ingatkan Terkait Hak Angket jelang 8 Bulan berakhir Kepemimpinan Jokowi sepertinya Tdk Relevan, mengingat Jokowi Adalah Pilihan Rakyat Indonesia dan Sepertinya Kita akan membuang Energi. Pesta Pemilu 2024 Telah Usai, Kita Sebagai sesama Anak Bangsa Bisa memberikan keteladanan, Kesejukan bagi Kemajuan Bangsa Indonesia terlepas beda pilihan, dan kita harus mampu Menjadi Negarawan demi Kemajuan Bangsa Indonesia Ke Depan.

Persatuan Bangsa, Persatuan Nasional harus diutamakan, dan menjadi skala Prioritas di atas segalanya. Ujar Politisi Nasional Partai Hanura Djafar Badjeber.(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *