Gempa Sering Guncang Kepulauan Sula, BPBD Himbau Warga Untuk Waspada

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Buhari Buamona

SULA, detikgo. com – Beberapa Minggu terakhir di kabupaten Kepulauan Sula sering terjadi Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 dan 5,2 SR, namun Gempa tersebut tak berpotensi memicu tsunami.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi di wilayah lautan Maluku Utara pada Senin (17/72023) siang, pukul 11.42 WIB, dengan epistentrum sekitar 79 kilometer dari Sanana, Hiposentrum atau kedalaman gempa itu berada pada titik 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Bacaan Lainnya

“Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo M5,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,4° LS ; 126,46° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 Km arah Timur Laut Sanana, pada kedalaman 10 km, Kamis (20/7/2023)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Buhari Buamona mengatakan bahwa kami juga mendapatkan hasil dari BMKG pusat maupun Maluku Utara bahwa menjelang beberapa hari ini terjadi gunjangan sekitar sudah 7 kali, tanpa diketehui tapi terasa, guncangan yang besar di 5,8.

“Jadi, untuk itu dengan suasana alam yang kurang baik dalam hal ini gempa yang sering terjadi di satu titik khususnya di pulau sulabesi,” kata Buhari.

Selanjutnya, kata Buhari selaku Pemkab Sula menghimbau kepada seluruh masyarakat Kepulauan Sula yang sudah mengatahui titik-titik yang terjadi gempa maka waspada dan jauhi terutama warga yang mata pencarian dilaut seperti longbot dan spit mulai dari sekarang sampai dua Minggu kedepan alangka baiknya berhati-hati.

Kemudian menyangkut dengan suasana iklim cuaca yang kurang membaik hingga terjadi curah hujan yang mengakibatkan banjir seperti di Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur dan sekitarnya harus waspada khususnya masyarakat yang pemukimannya berdekatan dengan sungai dan kondisi laut.

“Contoh masyarakat di desa Waitina yang mengelami kecelakaan laut hingga terdampar di desa naflo, Kou namun bisa diselamatkan, itu yang disampaikan agar masyarakat dapat menghindari. Akan tetapi sampai sekarang BMKG juga belum bisa memperediksi kapan berakhirnya gempa dan iklim cuaca yang kurang baik, itu tergantung yang kuasa Allah,” pintanya. (IK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *