BOLAANG MONGONDOW – detikgo.com Hingga minggu pertama bulan Desember, progres Pekerjaan Rehabilitasi D.I Kosinggolan Tahap II Paket 1 IPDMIP Kementerian PUPR berbandrol Rp 9.658.436.000 yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2022 baru mencapai 57%. Padahal jika mengacu pada rencana kerja, progres pekerjaan yang dimulai pada 18 Juli 2022 ini seharusnya sudah mencapai 92%. Hal ini terungkap dari pengakuan Rahmat selaku Konsultan Supervisi kepada http://detikgo.com, Sabtu (3/12/2022).
Meski kondisi eksisting di lokasi pekerjaan memang masih belum banyak mengalami kemajuan dari kondisi sebagaimana dalam pemberitaan http://detikgo.com sebelumnya (baca: Progress Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi Kosinggolan Berbandrol Miliaran Berjalan Lambat, Ribuan Petani di Bolmong Terancam Merugi) namun fakta lapangan yang disampaikan Rahmat soal belum ada satu ruas pekerjaan pun yang rampung 100% cukup mengejutkan Tim Investigasi http://detikgo.com. “Dari semua ruas pekerjaan mulai dari BDKN 1 hingga BDKN 24 belum ada satu pun yang rampung 100%. Belum lagi ada 4 ruas di saluran sekunder yang juga belum dikerjakan. Jadi untuk ruas BDKN 1-24 itu saluran induknya, nah sekundernya itu ada 4 ruas” terangnya.

Terkait kondisi di lapangan dimana terdapat sejumlah ruas yang terkesan belum tersentuh dan sepertinya tidak akan ada pekerjaan karena tidak terlihat adanya mobilisasi pekerja, material maupun alat di lokasi tersebut, Konsultan Supervisi ini mengatakan bahwa meski proyek ini merupakan pekerjaan rehabilitasi, namun secara keseluruhan ruas pekerjaan yang masuk dalam Paket I mulai dari BDKN 1 sampai BDKN 24 terdapat spot-spot yang harus dikerjakan. “Ini kan pekerjaan rehab (rehabilitasi-red). Secara keseluruhan dari BDKN 1 sampai BDKN 24 itu ada spot-spot yang dikerjakan” ucapnya.
Disinggung soal apakah pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu atau tidak, menurut Rahmat semua tergantung pada manajemen pelaksananya. “Sekarang tinggal dari manajemen kontraktornya. Kalau hitung-hitungannya sekarang kan waktunya sampai 31 Desember” terangnya lagi sambil menjelaskan bahwa jika mengacu pada rencana kerja, progres pekerjaan pada minggu pertama di bulan Desember harusnya sudah mencapai 92%. Sementara capaian sesuai kondisi di lapangan saat ini baru 57%.

Menanggapi beredarnya isu akan adanya aksi demo dari masyarakat terkait informasi yang mengatakan bahwa jika pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tidak selesai pada 31 Desember 2022 maka pekerjaan tersebut akan dilanjutkan hingga bulan Mei 2023, Rahmat mengatakan bahwa kemungkinan untuk menambah waktu pekerjaan di luar kontrak tidak ada. “Tidak bisa, karena ini (Pekerjaan Rehabilitasi D.I Kosinggolan Tahap II Paket 1 IPDMIP Kementerian PUPR) adalah dana loan dan pekerjaan yang didanai dengan dana loan harus mengikuti tahun anggaran. Jadi per 31 Desember pekerjaan harus selesai” pungkasnya.

Terpisah, Kuasa Direktur Pelaksana Pekerjaan (Kontraktor) Ferry Tambatjong yang dihubungi, Senin (5/12/2022) mengatakan bahwa pihaknya akan mengerjakan proyek ini sampai tanggal 31 Desember 2022. “Intinya kami akan mengerjakan proyek ini sampai tanggal 31 Desember. Soal progres, perlu diklarifikasi lagi oleh para pihak, karena masing-masing punya data. Kami dari pihak kontraktor juga kan punya dasar. Jadi, kalau pun sampai hari ini progres pekerjaan belum sesuai dengan apa yang ditargetkan dalam rencana kerja, kami akan upayakan agar pekerjaan saluran primer (induk) harus sudah final sebelum tanggal 31 Desember” jelasnya sambil menambahkan bahwa capaian progres pekerjaan saat ini sudah lebih dari 60%.

Ferry Tambatjong yang terkesan enggan mengurai lebih detail soal kendala yang menyebabkan progres pekerjaan ini berjalan sangat lambat mengatakan, “Ada sih, banyak faktor. Kan ada 4 faktor yang mempengaruhi pekerjaan. Tapi ya sudahlah, intinya kan kita sedang berproses. Beri kami waktu untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tanggal 31 Desember. Mudah-mudahan, mohon bantu doa agar semua bisa selesai tanpa kendala. Jika dari segi administrasi, material, Sumber Daya Manusia atau pekerja, hingga koordinasi dengan para pihak terkait tidak ada kendala, saya rasa pekerjaan akan bisa berjalan dengan baik” terangnya sambil menambahkan bahwa faktor alam juga sangat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Untuk kelanjutan pelaksanaan pekerjaan ke depan, Ia berharap dukungan dari semua pihak terkait. “Yah, kami berharap ada dukungan dari semua pihak terkait baik masyarakat, tokoh masyarakat, dan P3A. Secara internal, saya juga berharap ada dukungan dari Konsultan dan Direksi” ujarnya berharap.





