Bimtek Upskill Asesor Kompetensi ASEAN Toolbox, Sukses Digelar di Sulawesi Utara

MANADO – detikgo.com Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia dan LSP P-I Politeknik Negeri Manado menyelenggarakan kegiatan Bimtek Upskill Asesor Kompetensi ASEAN Toolbox pada tanggal 8-10 Agustus 2022 di Hotel Novotel Grand Kawanua Manado.

Kegiatan yang diikuti oleh 23 Asesor Kompetensi (10 Asesor Kompetensi dari LSP Pariwisata Bunaken Indonesia dan 13 Asesor Kompetensi dari LSP P-I Politeknik Negeri Manado) tersebut menghadirkan 2 Master Asesor dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yakni Rachmad Sugiyanto ST. Par. MBA dan I Gede Darmawijaya S.Pd.,M.Agb.,CHE., sebagai Pembawa Materi.

Direktur Utama LSP Pariwisata Bunaken Indonesia Prof. Dr. Bet El Silisna Lagarense, MMTour kepada http://detikgo.com menjelaskan, pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para Asesor Kompetensi ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran dari BNSP Nomor SE.004/BNSP/II/2022 tentang Penerapan Instrumen Toolbox ASEAN pada Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi.

Lanjut dijelaskan bahwa saat ini BNSP terus berupaya melakukan perbaikan, penyelarasan dan pengembangan sistem sertifikasi untuk mengejar pengakuan kompetensi di level internasional melalui ATPRS (ASEAN Tourism Professional Registration System).

“Sesuai namanya, Bimtek Upskill Asesor Kompetensi ASEAN Toolbox ini merupakan salah satu upaya kami (LSP Pariwisata Bunaken Indonesia dan LSP P-I Politeknik Negeri Manado – Red) untuk membekali dan meningkatkan kapasitas para asesor dengan standar kompetensi SDM pariwisata yang berlaku di level ASEAN.

”Kami berharap agar para asesor tidak hanya mampu menguasai standar skema yang berlaku di level nasional tetapi juga mampu beradaptasi dengan standar skema di tingkat internasional. Karenanya, selain harus menguasai sejumlah dimensi seperti Task Skill, Task Mangement Skill, Contingency Management Skill, Job Environment Skill, dan Transfer Skill; semua asesor harus di-upskiling supaya bisa memenuhi kebutuhan,” terangnya sambil menambahkan bahwa saat ini ada 5 skema sertifikasi kompetensi di LSP Pariwisata Bunaken Indonesia yang sudah disesuaikan dengan standar Skema ASEAN Toolbox.

Senada, Ketua LSP P-I Politeknik Negeri Manado Dr.Diana Tangian SH.,MSi., mengatakan Skema ASEAN Toolboox merupakan salah satu upaya menjamin mutu dan mendapatkan pengakuan sistem sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan ASEAN Tourism Professional Registration System (ATPRS).

“Berkat bimbingan para Master Asesor dalam kegiatan ini, baik LSP P-I Politeknik Negeri Manado maupun LSP Pariwisata Bunaken Indonesia telah mengembangkan instrumen asesmen dan workbook berbasis Toolbox ASEAN. Seluruh dokumen yang digunakan mengacu pada ASEAN Tourism Professional Registration System (ATPRS) yang dipersyaratkan pihak BNSP” ujarnya.

Diketahui, ATPRS merupakan sebuah website yang didesain khusus sebagai wadah informasi mengenai detail para pekerja pariwisata yang tersertifikasi ASEAN Tourism Professional (ATPs). ATPRS ini dimaksudkan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas pelaku pariwisata profesional (Tourism Professional) yang memiliki standar ASEAN.

Melalui Bimtek Upskill Asesor Kompetensi ASEAN Toolbox ini, ia berharap para asesor di LSP P-I Politeknik Negeri Manado yang melaksanakan sertifikasi berbasis kompetensi kepada mahasiswa dapat meningkatkan kapasitasnya sesuai dengan standar kompetensi SDM pariwisata yang diakui secara internasional.

Asesor LSP P-I Politeknik Negeri Manado Dra. Dianne O. Rondonuwu MM.Tour sebagai salah satu peserta dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Bimtek ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM Pariwisata di Sulawesi Utara untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata terkait ketersediaan SDM dengan kualifikasi standar ASEAN.

“Jadi, untuk LSP Pariwisata Bunaken Indonesia pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan Asesor yang dapat meng-assess tenaga kerja industri pariwisata sesuai standar Skema ASEAN Toolbox. Sementara untuk LSP P-I Politeknik Negeri Manado, pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai lulusan yang benar-benar memiliki standar kompetensi internasional ketika akan terjun ke dunia industri nanti. Kualifikasi internasional ini dapat dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi yang diakui baik secara regional maupun global, dan dapat diperoleh mahasiswa melalui assesment yang dilaksanakan oleh LSP P-I Polimdo (Politeknik Negeri Manado). Dengan sertifikat yang diakui di level internasional, maka kompetensi pekerja pariwisata di Sulawesi Utara dan lulusan Polimdo memiliki nilai plus yang diakui dunia internasional” terangnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut kemudian ditutup oleh Susy Marentek SS.MSA selaku Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Politeknik Negeri Manado.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *