Asidewi Sulut Beri Program Pendampingan Manajemen Homestay di Bahoi Likupang, Henry Kaitjily: Persiapan ADWI 2022

MINUT, detikgo – Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) melaksanakan pendampingan sumber daya manusia desa wisata kepada masyarakat di desa Bahoi, Likupang Barat Minahasa Utara.

Bertempat di Rumah Pintar Desa Bahoi, pendampingan bertajuk Manajemen Homestay yang diikuti oleh 15 peserta yang merupakan pemilik dan pengelola homestay itu resmi dibuka oleh Kepala Desa Bahoi, Daud Dalero pada Sabtu (19/2/2022).

Bacaan Lainnya
Daud Balero (Kepala Desa Bahoi) dan Jodra Toha (Waka bid Pengembangan dan Perencanaan Desa Asidewi Sulut)

Dalam sambutannya, Daud Dalero menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Asidewi untuk pendampingan sumber daya manusia desa wisata di Desa Bahoi.

Menurutnya, kegiatan pendampingan seperti ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat di Desa Bahoi terlebih khusus para pengelola homestay. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada seluruh pengelola homestay, agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti kegiatan pendampingan secara serius dan bertanggungjawab untuk peningkatan kualitas pengelolaan homestay.

Ia menambahkan, potensi wisata yang dimiliki Desa Bahoi merupakan aset berharga yang apabila dikelola dengan baik akan mampu mendorong terwujudnya kebangkitan ekonomi masyarakat. Karenanya, ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan disupport lebih banyak lagi dari berbagai pihak dalam upaya meningkatkan SDM yang berkualitas.

Ditemui usai memberikan materi, Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Perencanaan Desa Wisata Asidewi Sulawesi Utara Jodra Toha mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari kerjasama Dewan Pengurus Pusat Asidewi dengan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif.

Jodra Toha menjelaskan, program pendampingan desa wisata yang dikhususkan bagi pengelola desa wisata ini dibuat sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di desa wisata sehingga nantinya pelayanan pariwisata khususnya homestay di Desa Bahoi akan semakin baik dan dapat memberikan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan bagi wisatawan.

Program pendampingan yang dilaksanakan secara serentak di 87 desa wisata yang tersebar di 22 provinsi dan melibatkan sejumlah komunitas, asosiasi dan perguruan tinggi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dalam menghadirkan 244 desa wisata maju hingga tahun 2024 nanti.

Meski kegiatan pendampingan kerjasama Asidewi dan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif ini hanya dijadwalkan berlangsung selama empat belas hari terhitung sejak 11-25 Februari 2022, namun Jodra Toha memastikan bahwa Asidewi akan terus mendampingi masyarakat di Desa Bahoi hingga mandiri.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Christianto Hengkengbala dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Julians Kubalang.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Henry Kaitjily mengatakan bahwa program pendampingan sumber daya manusia desa wisata ini sangat penting sebab SDM desa wisata merupakan fondasi utama untuk mendorong terwujudnya kebangkitan perekonomian masyarakat.
Henry Kaitjily mengingatkan masyarakat dan pengelola desa wisata Bahoi untuk membangun desa wisata secara kolaboratif dengan stakeholders terkait, termasuk didalamnya pemerintah pusat, pemerintah provinsi/kabupaten dan asosiasi.

Ia juga berharap agar masyarakat desa Bahoi tidak hanya ‘menunggu bola’, melainkan dapat bersikap pro aktif dengan menyadari dan mengenali potensi yang ada di desa serta mampu membangun, mengembangkan dan mengelola potensi tersebut secara maksimal tanpa melupakan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki.

“Inovasi, adaptasi, dan kolaborasi sangat penting untuk pengembangan desa wisata, itu bisa jadi lokomotif untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Inovasi terhadap potensi atraksi unggulan di desa wisata juga perlu dilakukan” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong desa wisata yang ada di Sulawesi Utara untuk terus meningkatkan kualitas keunikan serta keaslian atraksi wisata alam, budaya, kuliner dan produk ekonomi kreatifnya.
Secara khusus, Henry Kaitjily meminta Asidewi Sulut untuk terus memaksimalkan pendampingannya tidak hanya di Desa Bahoi tetapi juga di desa-desa wisata lainnya yang ada di Sulawesi Utara agar dapat dipersiapkan untuk ikut dalam ajang bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini sesuai dengan kategori desa wisata yang ada yakni desa wisata rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. (Yolanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *