LOLAK, detikgo.com – Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi menggelar Festival Seni Budaya perdana dalam rangka HUT RI ke-81. Melalui Surat Edaran Nomor 005/P.20/Parbud/68/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026, kegiatan ini ditetapkan berlangsung pada 11-12 Agustus 2026 di Pelataran Kantor Bupati Lolak. Mengusung tema “Merajut Warisan, Merangkul Masa Depan: Lestarikan Keragaman Budaya”, pendaftaran peserta telah dibuka sejak 17 Juli hingga 7 Agustus 2026 mendatang.
Yang membuat festival ini unik adalah ketegasan pemerintah daerah dalam melibatkan birokrasi secara langsung. Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta mewajibkan Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, Direktur PDAM, dan Direktur Gadasera untuk mengikuti Lomba Fashion Show tanpa boleh diwakilkan. Bagi pejabat yang mangkir, sanksi denda Rp5 juta siap menanti.
Menariknya, kategori khusus pejabat ini hanya mendapatkan trophy dan bingkisan, sementara hadiah uang tunai dialokasikan sepenuhnya untuk masyarakat umum sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni dan budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Remon Yidala Ratoe, SP, MM melalui Kepala Bidang Pemasaran dan Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan dan Kebudayaan Susanti Hadji Ali, SP, MSi menegaskan bahwa ini merupakan event seni budaya pertama kali yang digelar secara masif oleh Pemkab Bolmong. “Selain merayakan kemerdekaan, ini juga ajang promosi budaya daerah. Semoga event ini bisa menjadi agenda tetap tiap tahunnya,” ujar Susanti saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan bahwa untuk memastikan kualitas debut festival ini, panitia turut mengundang jajaran Pemprov Sulut, Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Sulut, serta pelaku seni dan budaya berkompeten sebagai tamu kehormatan dan juri.
Peserta yang berlomba tidak hanya memperebutkan gengsi, tetapi juga paket hadiah bernilai fantastis dengan total alokasi mencapai lebih dari Rp127 juta. Juara I pada Lomba Dana-Dana dan Tarian Kabela (kategori anak-anak maupun dewasa) masing-masing membawa pulang Rp5 juta. Sementara itu, Juara I Fashion Show Dewasa dan Lomba Salamat/Sanjak Daerah mendapatkan Rp3 juta. Panitia juga menyediakan hadiah harapan dengan nominal bervariasi mulai dari Rp750 ribu hingga Rp2 juta, tergantung kategori lombanya.
Agar autentisitas budaya tetap terjaga, panitia menetapkan syarat teknis yang ketat. Peserta Fashion Show Dewasa harus berusia 17-30 tahun dengan durasi penampilan 2-4 menit menggunakan pakaian adat lengkap. Tarian Kabela wajib menampilkan 3-5 penari berdurasi 4-6 menit lengkap dengan sinopsis tarian. Lomba Dana-Dana harus memuat gerak dasar tradisional berdurasi 3-7 menit, sedangkan Lomba Salamat mutlak menggunakan Bahasa Daerah Mongondow. Aturan ini dirancang agar festival tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, melainkan benar-benar merepresentasikan kekayaan warisan leluhur.
Festival Seni Budaya Bolaang Mongondow diharapkan menjadi salah satu agenda yang tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya, memperkuat identitas daerah, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni dan tradisi Bolaang Mongondow.





