LANGOWAN (detikgo.com)- Institut Pemuda Kristen Langowan (IPKL) sukses menggelar diskusi Publik membedah Identitas Tou Langowan Dan rencana pengelolaan Tata Ruang Kota Langowan yang dilaksanakan di Resto Hotel Wale yang terletak di desa Walantakan Kec Langowan Utara, Kab Minahasa, Rabu, 7 Mei 2025.

Kegiatan diskusi Publik di Prakarsai Oleh IPKL, Panpel Festival Budaya Kota Langowan (FBKL), Pakasaan Tou Langowan dan Komunitas Kopi Langowan (Kola) melaksanakan Diskusi Publik dengan menghadirkan Pemateri dari IPKL Maylen Kalangi bersama Moderator Tio Kaat dan Johanes Gerung sebagai Pemantik Materi.
Dalam diskusi publik juga dibahas 3 Materi diantaranya Asal Usul sejarah Langowan, Prinsip-prinsip tata ruang berkelanjutan DOB Langowan dan Potensi pengembangan wacana pengelolaan tata ruang kota dan Perdebatan dalam wacana-wacana yang hadir di kupas tuntas dalam Diskusi publik.

Diskusi Publik oleh IPKL juga dihadiri oleh Ketua P2KL Jefry Pay S,sos, dan jajaran P2KL, Ketua Festival Budaya Kota Langowan (FBKL) Hizkia Warankiran didampingi Sekertaris dan Bendahara FBKL Ryan Sekeon dan Christian Sumilat, Ketua Pakasaan Tou Langowan Jefta Kereh bersama jajaran, Tokoh Masyarakat Langowan Jhony Wangke, Tokoh Muda Langowan Andre Kumambouw ST, Tokoh Muda Muslim Ikbal Duran, dan Diman dari Ikatan Pelajar Nadhalatul Ulama (IPNU) dan Berbagai Komponen Kepemudaan se langowan Raya.

Dalam diskusi publik oleh IPKL sedikit alot dengan berbagai persoalan yang di bahas selain bicara Sejarah, Budaya, asal Usul Nama Langowan dan Bahasa, dan Grand Design Langowan menjadi Kota ke depan baik penataan ruang, Lingkungan dan ruang hijau juga dibedah termasuk mendiskusikan tentang Wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) Langowan juga dibahas oleh berbagai Elemen yang hadir.
Di akhir diskusi Maylen Kalangi mengatakan, bahwa diskusi-diskusi ini akan terus berlanjut dalam memperkenalkan secara luas tentang Identitas dan Budaya Orang Langowan dalam menjaga Kebudayaan baik Adat Istiadat dan terutama tutur Bahasa Tontemboan yang sudah masuk Zona Kuning, dan diharapkan ini bisa menjadi Rekomendasi ke depan bagi Pemerintah khususnya ketika Langowan ditetapkan menjadi Kota Langowan, Pemerintahan yang baru di Kota Langowan dapat menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya untuk Generasi Yang akan datang. (MGP)





