MANADO, detikgo.com – Ditemukan adanya kotoran seperti lumut putih yang mengembang di dalam isi minuman Beer Bintang botol yang masih segel atau belum dibuka, dari pabrik yang diduga di distribusi dari PT. Tirta Emas Murni.
Menurut salah satu penjual Bir Bintang Botol di wilayah kota Manado, dirinya membeli minuman Bir Bintang botol tersebut dari sales yang diantar langsung dari gudang ke tokonya.
“Kita jaga ambe itu minuman dari sales dan sales mengatakan beer yang mereka salurkan ke pelanggan ambe dari gudang PT. Tirta Emas Murni,” kata penjual, Senin (05/06/2023) kepada wartawan detikgo.com dengan dialek Manado.
Lanjutnya, kalau pesan beer bintang dirinya selalu pesan beberapa karton untuk dijual kembali.
“Kita kage ada pembeli mengembalikan sebotol beer bintang, setelah kita tanya, ini pembeli bilang ada kotoran di dalam botol beer bintang. Setelah kita cek, memang betul ada kotoran di dalam botol beer bintang yang saat itu kita cek penutup botol masih dalam keadaan masih segel ato belum dibuka,” kata penjual masih dengan dialek Manado.
Ditambahkannya, kotoran di dalam botol beer bintang kelihatan seperti lumut putih yang menampal di dalam botol.
Dengan adanya kotoran di dalam botol beer bintang yang masih segel, Redaksi detikgo.com. langsung membeli beer bintang tersebut untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kotoran di dalam botol itu.
Saat dikonfirmasi melalui via whatsapp, Dinar Ginanjar External Comm Manager PT Multi Bintang Indonesia mengatakan, siap berikan tanggapan terkait hal tersebut.
“Sebagai merek bir favorit Indonesia sejak 1952, kami tidak pernah berkompromi dalam menjaga kualitas produk kami. Kami akan menelusuri lebih lanjut mengenai temuan ini sebagai bagian dari proses kontrol kualitas produk kami.” kata Dayna Adelman, Head of Corporate Affairs PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Selasa (06/06/2023) yang dikirim Dinar Ginanjar External Comm Manager PT Multi Bintang Indonesia melalui via whatsapp.
Perlu diketahui, jika minuman beralkohol jenis Bir Bintang yang ditemukan ada lumut di dalam botol tersebar di Indonesia, pastinya tidak higienis lagi jika di konsumsi oleh masyarakat.(farner)





