SULA, detikgo. com – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Khairun, Kabupaten Kepulauan Sula periode 2022-2026, yang dinahkodai oleh sekretaris daerah (Sekda), Muhlis Soamoleh resmi dilantik dan selain pelantikan ada juga penadatanganan MoU kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sula di aula Istana Daerah (ISDA) Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Jumat (09/06/2023) malam.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dalam sambutan mengatakan bahwa semoga dengan adanya Ika Unkhair serta MoU kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sula dan Universitas Khairun yang di cita-citakan kedepan bisa dapat melahirkan generasi muda yang lebih baik serta bermutu.
“Sebenarnya, MoU ini sudah di inginkan sejak bulan lalu kemarin, untuk bisa melahirkan dokter asal Sula dan sebenarnya bukan hanya 5 orang yang diinginkan akan tetapi dimasa kepemimpinannya bisa mampu mencetak lulusan dokter sebanyak 20-30 orang dari Universitas Khairun,” ucapnya.
“Karena di Kepulauan Sula ini sudah banyak alumni jurusan lain yang lulus dari Universitas Khairun, tetapi kedokteran belum ada, karena fakultas dokter baru dibuka dan pihaknya sudah mengecek ternyata mutunya juga sangat bagus. Oleh karena itu, tahun ini kita punya rumah sakit pratama di desa dofa dan melalui infestor nanti kita bisa dapat rumah sakit juga, maka tentu yang menunjang ini semua bukan orang lain tapi harus anak negeri sendiri,” ujarnya.
” Harus perbanyak lulusan kedokteran karena kita masih kekurangan SDM khususnya jurusan Kedokteran, karena kita punya dokter kandungan juga susah, dokter anak juga hanya satu orang, dan dokter bedah juga 1 orang,” ucapnya.
“Tentu pihaknya akan mengambil kebijakan untuk menganggarkan dan memperbanyak kelulusan kedokteran berasal dari kepulauan Sula,” katanya.
Terpisah, Rektor Universitas Khairun Ternate, Dr. M. Ridha Ajam menuturkan, bahwa pihaknya dapat membicarakan dua perspektif yakni alumni, karena alumni pada dasarnya adalah suatu organisasi yang menjadi bagian dari tanggungjawab integral Universitas untuk membangun hubungan emosional.
Sejarah Provinsi Maluku Utara, dimulai dari Universitas Khairun Ternate, kenapa setelah perjuangan masyarakat untuk menuntut provinsi itu gagal terus menerus bahkan sampai membayar orang pusat dengan membawa 1000 ton kopra itupun tidak berhasil, maka toko-toko tersebut kembali ke Ternate untuk membangun perguruan tinggi yang namanya Universitas khairun ternate di tahun 1964.
“Walaupun dengan kondisi seperti hidup segan mati tidak mau, tetapi Unkhair terus memproduksi SDM. Kenapa, karna kegagalan Maluku Utara memperjuangkan ibukota Provinsi karena tidak adanya SDM yang memadai pada waktu itu, hingga pada tahun 1999 anak-anak Unkhair yang menduduki bupati dimasa itu, hingga tercapainya Provinsi Maluku Utara,” ucapnya.
“Maka harus kita bangga karena hampir seluruh kabupaten/kota Maluku Utara di duduki oleh alumni Unkhair di jabatan-jabatan strategi,” ungkapnya.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa artinya maju mundurnya Maluku Utara termasuk kabupaten/kota, di dalamnya, Ini gambaran bahwa alumni memiliki kekuatan yang sangat besar. Karna itu, pihaknya berharap terlibatnya alumni di berbagai sektor maka adanya intraksi saling kerja sama, kordinasi, sinergi dan kalaborasi untuk memajukan daerah.
Evek pentingnya dari alumni memberikan kontribusi, masukan kepada perguruan tingginya, yang terpentingnya membantu pemerintah daerah, karna dia menjadi bagian dari birokrasi sebuah daerah. Untuk MoU didasarkan pada sinergitas karena kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, dimana-mana perguruan tinggi, menjadi tempat untuk kita berdiskusi maka tentu MoU menjadi jalan atau jembatan, maka kami atas nama Universitas Khairun Ternate berterimaka kasi kepada pemkab Kepulauan Sula.
“Kemudian, partisipasi generasi Sula yang kuliah di Unkhair Ternate secara umum pada tahun 2017 s/d 2022 berjumlah 1.393 orang, yang tersebar di berbagai fakultas,” ucapnya mengakhiri sambutannya. (Isrudin)





