SANGIHE, detikgo.com – Dalam rangkaian perayaan Hari Ketupat dibulan syawal, Kampung Petta Timur mengadakan acara Halal Bihalal yang diadakan di Lindongan II Kampung Petta Timur. Jumat, (05/05/2023).
Acara halal bihalal ini mengusung tema “Kita Perkuat Tali Silaturahmi Menuju Masyarakat Yang Madani” diprakarsai oleh remaja Masjid
Kegiatan berlangsung sangat meriah, dan dihadiri beberapa tokoh agama dan perwakilan pemerintah Kecamatan Tabukan Utara, sehingga masyarakat kampung Petta Timur dan sekitarnya merasakan tali persaudaraan tercipta dalam acara halal bihalal ini.
Dalam hikmah halal bihalal ustad Muchils Pansariang, S.Ag mengatakan
dalam Al-quran surat Al-hujurat ayat 10 yaitu orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
“Kepada remaja masjid Al-Munawar Lepe agar hubungan persaudaraan terus dijaga, hubungan silahturahmi terus dipupuk, jangan pernah terpancing dengan persoalan perbedaan yang bisa menghancurkan hubungan silahturahmi kita, “kata Muchlis Pansariang.
Selanjutnya ia (Muchlis – red) mengatkan bahwa hubungan persaudaraan itu sangatlah penting, apabila hubungan ini rusak maka kebersamaan didalam keluarga, masyarakat akan ikut hancur juga.
“Dengan hikmah halal bihalal dan hari raya ketupat ini, kita mantapkan hubungan silahturahmi kita tanpa melihat perbedaan suku dan agama, sebab Allah menegaskan dalam Al-quran surat Al-hujurat mengatakan,
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Allah mengharapkan kita agar tetap menjadi suku dan bangsa yang berbeda agar kita saling mengenal dan menghormati satu dengan yang lainnya Lita Arafu.” Pungkas Muchlis Pansariang.
Peran remaja masjid Al-Munawar Lepe sangat besar dalam kegiatan ini sehingga dalam perencanaan kegiatan mereka memberitahukan kepada pemerintah Kampung Petta Timur, sehingga mendapat dukungan penuh oleh pemerintah dan masyarakat kampung Petta Timur.
“Kegiatan masyarakat kampung Petta Timur khususnya remaja Masjid Al-Munawar Lepe patut diapresiasikan. Acara halal bihalal ini berawal dari usulan dari adik-adik remaja Masjid Al-Munawar Lepe dan sebagai pemerintah Kampung Petta Timur sangat mendukung usulan pelaksanaan kegiatan halal bihalal ini. Kegiatan perdana ini bagi Kampung Petta Timur sangat positif dalam menyambung hubungan tali silaturahim ditengah-tengah masyarakat, tanpa membedakan golongan, adat istiadat,” tutur Irwanto Adilang.
Ia (Irwanto-red) juga mengatakan bahwa “sesuai dengan tema acara ini yaitu Kita Perkuat Tali Silaturahmi Menuju Masyarakat Yang Madani mempunyai makna yaitu sistem sosial yang subur yang berasaskan pada prinsip moral yang menjamin kebebasan individu dan kestabilan masyarakat sehingga dalam menghadapi “tahun politik” masyarakat diminta tetap menjaga solidaritas, sportifitas, terkait masyarakat yang akan memilih para pemimpin yang akan memimpin Kabupaten Sangihe ke depan”, pungkasnya.
Turut hadir dalam acara Halal bihalal dan Hari Ketupat yang diadakan di Petta Timur yaitu Wahidin Mandahari, S.Pdi., (Ketua Umum MUI Kabupaten Sangihe), Drs.Barlin Sumenda, S.MA., (Staf khusus Bupati Kepulauan Sangihe), Juanidi Bawenti, SH.MH., (Ketua Bawaslu Kabupaten Sangihe), Muhammad Ali Lintuhaseng, S.Ag.,M.Pd.,(Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sangihe), Samhadi Sambaiyang, Imam Masjid Al-Jihad Petta Barat, Imam Mesjid Al-Taqwa Petta, Imam Masjid Al-Munawar Petta Timur, Imam Masjid Rimbalo, Ketua Pemuda Muhamadiyah Kabupaten Sangihe, Danlanal Tahuna, Danramil 1301/07 Tabukan Utara, Kapolsek Tabukan Utara, perangjat kampung Petta Timur, Kapitalaung Petta, Kapitalaung Petta Barat, serta tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda kampung Petta Timur. (Bensa).





