MINUT, detikgo.com – Nama Desa Tumaluntung seperti memiliki magnet yang mampu menarik perhatian para stakeholders pariwisata pasca ditetapkan masuk dalam jajaran Top 100 desa wisata terbaik dari 1.831 peserta ADWI 2021. Pemerintah, industri dan asosiasi silih berganti datang memberikan dukungan untuk Desa Tumaluntung yang tahun ini menargetkan masuk dalam Top 50 ADWI 2022.
Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Indonesia, Andi Yuwono dalam rangkaian kegiatan monitoringnya sebagai Koordinator Program Pendampingan Desa Wisata Wilayah Sulawesi Utara dan Toraja menyempatkan diri untuk berkunjung ke Desa Tumaluntung pada Rabu (23/2/2022).
Kedatangan Andi Yuwono yang didampingi oleh jajaran Pengurus Asidewi Sulut disambut oleh Pemerintah Desa Tumaluntung, BPD, Lembaga Adat, Pokdarwis Eduden Umbanua di Pendopo Doud Weydan. Atraksi musik Kolintang dan beberapa tarian daerah seperti Tarian Lily Royor dan Tarian Tetambaken ditampilkan dengan sangat menarik oleh group lansia Wanua Tumaluntung.
Dalam sambutannya, Andi Yuwono mengatakan kehadiran desa wisata merupakan angin segar yang membawa secercah harapan di tengah pandemi yang telah membuat pariwisata seolah mati suri. Ia optimis, desa wisata akan menjadi trend kebangkitan kembali pariwisata di Indonesia.
Dijelaskannya, ADWI merupakan ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif untuk membangkitkan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Olehnya, Andi Yuwono mengajak para penginisiasi desa wisata untuk tidak hanya sekedar ikut-ikutan menjadikan desa wisata sebagai trend tetapi menjadikan ini sebagai komitmen bersama melaksanakan misi perjuangan untuk menata kembali Indonesia di mulai dari desa.
Lebih lanjut dikatakan, sebagai asosiasi yang dipercaya oleh Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif untuk menjadi koordinator pendampingan desa yang tahun ini mencapai 78 desa wisata di Indonesia, Ia berharap tahun depan Desa Tumaluntung bisa mendapatkan program pendampingan seperti desa-desa yang lain di Sulawesi Utara.
“Program pendampingan desa wisata ini ditargetkan selesai pada tahun 2024, dengan jumlah 244 desa wisata. Harapan saya, tahun depan Desa Tumaluntung bisa mendapatkan program pendampingan desa wisata ini seperti desa-desa wisata lainnya” ujarnya.
Koordinator Program Pendampingan Desa Wisata Wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara ini berharap agar Desa Tumaluntung yang memfokuskan konsep pembangunan dan pengembangan wisata berbasis budaya harus mampu melakukan pemetaan tidak hanya pada potensi-potensi yang sudah ada, tapi juga pada peluang dan tantangan yang ada di desa sehingga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.
Ia juga berharap, pengelola desa wisata di Tumaluntung mampu membuat paket-paket wisata lokal yang menarik dan memanfaatkan digitalisasi desa sebagai sarana untuk mempromosikan potensi-potensi wisata unggulan yang ada guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kunjungan wisatawan. “Bangunlah jejaring bisnis, dengan mengoptimalkan peran masyarakat” imbuhnya.
Selain konsisten dalam mengembangkan wisata berbasis budaya, Andi Yuwono juga mengingatkan pentingnya berinovasi dalam mengembangkan produk-produk penunjang, seperti kuliner dan souvenir guna mendukung kemajuan dan pengembangan pariwisata di desa itu.
Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tumaluntung, Eddy Dahlan dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka mewujudkan nawacita membangun Indonesia dari pinggiran dengan memberikan otonomi seluas-luasnya untuk membangun Indonesia melalui Pariwisata yang salah satu fondasinya adalah kearifan lokal, maka semua elemen masyarakat di Desa Tumaluntung mulai dari pemerintah desa, lembaga adat, BPD, BUMDes, Pokdarwis, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat dan semua masyarakat Tumaluntung sudah bersatu menjaga kearifan lokal Tumaluntung yang sudah diwariskan turun-temurun sejak jaman dahulu, yakni budaya Mapalus.
Menurutnya, warisan budaya Mapalus ini terus ditumbuhkembangkan di desanya. Sebagai desa yang memiliki potensi budaya, Ia berharap agar Asidewi dapat mendampingi Tumaluntung untuk membangun dan mengembangkan potensi kearifan lokal yang ada menuju desa yang maju dan mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, Hukum Tua Tumaluntung Richard S. Kamagi menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Ketua Umum Asidewi Indonesia yang telah memberikan banyak masukan dan ide-ide kreatif dalam rangka pengembangan wisata di Desa Tumaluntung. Ia berharap agar nantinya Desa Tumaluntung bisa terpilih menjadi salah satu desa wisata yang mendapatkan program pendampingan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif melalui Asidewi.
Lebih lanjut, Richard S. Kamagi juga menyampaikan apresiasinya kepada semua elemen masyarakat yang telah bekerja keras membangun Tumaluntung menjadi desa wisata budaya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mengangkat harkat dan martabat Wanua Tumaluntung.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan jamuan makan malam yang menyajikan menu khas Desa Tumaluntung di Favorit Kampung. Dalam kesempatan yang sama, Pokdarwis Eduden Umbanua menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum Asidewi Indonesia, Andi Yuwono. (Yolanda)





