DPD PJS Sulut Ajak Jurnalis Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan untuk Cegah Bencana

MANADO, detikgo.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulawesi Utara mengajak seluruh insan pers dan jurnalis di provinsi tersebut untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup, sebagai upaya pencegahan bencana alam di tengah kondisi curah hujan yang meningkat.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, sebagai tanggapan terhadap musim hujan yang melanda beberapa wilayah di Sulut. Menurutnya, hutan memiliki peran strategis sebagai daerah resapan air dan penyangga keseimbangan lingkungan.

“Hutan merupakan penyangga utama keseimbangan lingkungan dan berfungsi sebagai penyerap air hujan. Jika hutan rusak, maka potensi banjir dan tanah longsor akan semakin besar. Ini bukan sekadar imbauan moral, tetapi juga perintah Undang-Undang,” tegas Butje.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban menjaga lingkungan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang menetapkan fungsi hutan untuk konservasi, perlindungan, produksi, dan pencegahan bencana.

Sekretaris DPD PJS Sulut, Steven Pande-iroot, menambahkan bahwa pengalaman bencana di beberapa daerah Indonesia seperti Sumatera harus menjadi pelajaran bagi Sulut. “Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban bencana terlebih dahulu, baru kita bertindak. Pencegahan jauh lebih penting dan lebih manusiawi daripada penanganan setelah bencana terjadi,” ujarnya pada Jumat (23/01/2026).

Steven juga menekankan peran jurnalis dalam mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang, faktual, dan berpihak pada lingkungan, dengan memaksimalkan fungsi kontrol sosial pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

DPD PJS Sulut berharap sinergi antara jurnalis, masyarakat, dan pemerintah dapat diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, demi keselamatan generasi sekarang dan masa depan Sulawesi Utara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *