SANGIHE, detikgo.com — Nilai-nilai budaya dan adat istiadat kembali mendapat sorotan serius dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., saat melantik pengurus Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe periode 2025–2028, di Tahuna Beach Hotel, Sabtu (26/10/2025).
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Lukman Makapuas dipercaya sebagai Ketua, didampingi David Mansauda sebagai Sekretaris, dan Julien Manangkalangi sebagai Bendahara. Pelantikan tersebut turut dihadiri tokoh adat, pemuka agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan masyarakat dari berbagai kampung.

Bupati Michael Thungari dalam sambutannya menegaskan bahwa Dewan Adat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga identitas serta martabat masyarakat Sangihe di tengah derasnya arus globalisasi.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni, tapi pernyataan tekad bahwa kita tidak akan kehilangan arah di tengah perubahan zaman. Adat adalah penuntun moral dan jiwa yang menjaga keseimbangan hidup kita,” ujar Thungari.

Ia menambahkan, adat dan budaya tidak boleh berhenti hanya pada simbol-simbol upacara, melainkan harus hidup dan dihayati dalam tindakan serta kebijakan publik. Menurutnya, nilai-nilai adat seperti kejujuran, gotong royong, dan saling menghormati adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beradab.
“Adat yang sejati bukanlah yang menolak kemajuan, tetapi yang mampu berdialog dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah berperan aktif menjaga dan menghidupkan kearifan lokal di tengah masyarakat. Ia berharap pengurus baru dapat meneruskan semangat tersebut dengan langkah-langkah nyata, terutama dalam membina generasi muda agar memahami akar budayanya sendiri.

Lebih jauh, Bupati Thungari menekankan pentingnya sinergi antara Dewan Adat dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat karakter masyarakat Sangihe. Ia menyebut bahwa pembangunan tidak akan memiliki makna jika tidak berlandaskan nilai budaya.
“Pembangunan tanpa budaya hanyalah kemajuan tanpa jiwa. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung Dewan Adat dalam menjaga warisan leluhur yang menjadi kebanggaan kita bersama,” tutur Bupati.
Selain menjaga tradisi, Bupati juga mengajak Dewan Adat untuk aktif melakukan pendokumentasian sejarah, bahasa daerah, serta peninggalan budaya agar tidak hilang ditelan waktu. Menurutnya, tugas Dewan Adat bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga menyiapkan warisan berharga bagi masa depan.
“Kita tidak bisa melangkah maju tanpa menengok akar sejarah kita sendiri. Dewan Adat harus menjadi penjaga ingatan kolektif masyarakat Sangihe,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati Thungari mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian.
“Jagalah adat dengan kebijaksanaan, jalankan tugas dengan kehormatan, dan jadilah panutan bagi masyarakat Sangihe yang berbudaya dan bermartabat,” pesan Bupati.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang solid, Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan menjadi garda depan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya, memperkuat jati diri daerah, serta menanamkan adat sebagai sumber etika dan moral dalam kehidupan masyarakat.
(BENSA)





