MANADO, detikgo.com — Pemerintah Kota Manado resmi melantik para Ketua Lingkungan (Ketling) terpilih tahun 2025 dalam sebuah upacara yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Rabu (30/7/2025). Prosesi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Andrei Angouw dan dihadiri jajaran pejabat pemerintah kota, termasuk Sekretaris Daerah dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten I Julises Oechler, S.H., serta Plt Asisten III yang juga Kepala BKD, Donald Supit, S.H., M.H.
Turut hadir para camat, lurah, serta ratusan Ketua Lingkungan dari seluruh penjuru Kota Manado. Mereka resmi diangkat berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota, dan akan mulai aktif bertugas pada tanggal 2 Agustus 2025.

Acara dimulai dengan pembacaan SK Wali Kota, dilanjutkan dengan pengucapan naskah pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, dan penyerahan simbolis SK kepada perwakilan Ketua Lingkungan. Momen ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama per kecamatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa jabatan Ketua Lingkungan bukanlah ruang untuk mencari kenyamanan atau kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan ini bukan hadiah, tapi tugas. Jangan habiskan waktu untuk syukuran berlebihan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan nyata, bukan pesta,” ujar Andrei tegas.
Wali Kota juga mengurai sejumlah prioritas yang harus menjadi perhatian para Ketling, antara lain kebersihan lingkungan, pengawasan ketertiban warga, hingga pendataan sosial. Ia meminta ketegasan Ketua Lingkungan dalam mengatasi pelanggaran seperti pembuangan sampah sembarangan, penggunaan knalpot brong, hingga permasalahan kenakalan remaja dan narkoba.
“Ketua lingkungan harus tahu siapa warganya. Yang meninggal, yang miskin ekstrem, ODGJ, semua harus didata dan dilaporkan. Ini bagian dari pelayanan sosial yang tidak bisa ditunda-tunda,” jelasnya.
Andrei juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan tokoh agama, Babinsa, serta memperhatikan kerukunan dalam lingkungan yang majemuk. Ia mendorong para Ketua Lingkungan untuk memanfaatkan layanan darurat 112 sebagai sarana pelaporan dan pengaduan dari warga.
Sebagai penutup, Wali Kota mengutip kisah seorang Raja Prancis yang harus menghadapi kekecewaan banyak pihak setiap kali mengangkat pejabat baru, serta kisah dari Rusia yang menggambarkan risiko kepemimpinan yang tidak bijak. Cerita ini menjadi pengingat bahwa jabatan publik menuntut tanggung jawab, bukan keistimewaan.
“Tunjukkan terima kasih kalian kepada warga yang mendukung, bukan dengan ucapan, tapi lewat kerja nyata dan pelayanan yang tulus,” pesan Andrei.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Judi Tunari, M.Teol., menandai dimulainya tanggung jawab besar para Ketua Lingkungan yang baru dalam melayani masyarakat Kota Manado.(*/REDS)





