101 Tahun dan Masih Menginspirasi: Gayus Rompah Terima Penghargaan dari Wali Kota Manado

Opa Gayus Rompah saat menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Manado (ist)

MANADO, detikgo.com – Di tengah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-402 Kota Manado, sebuah momen haru dan membanggakan terjadi di Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget. Gayus Rompah, sosok sepuh berusia 101 tahun, menerima langsung piagam penghargaan dari Wali Kota Manado, Andrei Angouw, sebagai bentuk penghormatan atas keteladanan dan semangat hidup yang ia tunjukkan.

Upacara penghargaan digelar sederhana namun penuh makna di kediaman Pak Gayus pada Jumat pagi (11/07/2025), pukul 08.00 WITA. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa kental saat Wali Kota beserta rombongan tiba. Raut bahagia tampak jelas dari wajah Pak Gayus yang menyambut penuh semangat, disambut tawa akrab Wali Kota yang berkata, “Kalau suka umur panjang memang sering baku-baku sedu,” mencairkan suasana.

Bacaan Lainnya
Opa Gayus Rompah bersama Walikota Manado Andrei Angouw (ist)

Selain Wali Kota, acara juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado, Erwin Kontu, beserta jajaran, Camat Mapanget, Lurah Kima Atas, serta Kepala Lingkungan setempat.

Menurut Erwin Kontu, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata penghormatan terhadap nilai kemanusiaan di balik data kependudukan. “Pak Gayus adalah simbol ketahanan, sejarah, dan semangat hidup yang luar biasa. Di balik angka 101 tahun, ada cerita hidup yang patut diteladani oleh generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT Kota Manado yang mengusung tema keberagaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Pemerintah Kota Manado, melalui Disdukcapil, menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa setiap warga memiliki nilai dan kontribusinya masing-masing, terlebih mereka yang telah menjadi saksi hidup perjalanan sejarah kota.

Dengan senyum yang tetap hangat di usia senja, Gayus Rompah menjadi lambang hidup dari kebijaksanaan dan kekuatan generasi terdahulu. Dalam kesederhanaannya, ia mengajarkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersyukur dan menginspirasi.

Perayaan HUT Kota Manado tahun ini bukan hanya soal pesta dan seremonial, tetapi juga tentang menghargai warisan hidup dan nilai-nilai lokal. Dan di tengah semarak itu, Pak Gayus Rompah berdiri teguh sebagai pahlawan yang tak pernah disebut, tapi selalu dihormati.(*/REDS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *